Pertamina Berkolaborasi Jaga Kelancaran Distribusi BBM

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Pertamina Berkolaborasi Jaga Kelancaran Distribusi BBM

Ade Hapsari Lestarini • 1 November 2026 20:03

Jakarta: Kolaborasi PT Pertamina (Persero) dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi bagian dari tata kelola sumber daya strategis untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Pengamat politik sekaligus dosen Universitas Indonesia, Cecep Hidayat, menilai langkah Pertamina memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait merupakan pendekatan yang tepat. Pasalnya, distribusi BBM membutuhkan koordinasi berbagai pihak agar penyaluran sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.

"Langkah Pertamina sebagai BUMN energi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait sudah tepat. Ini merupakan wujud tata kelola sumber daya strategis, karena kelancaran distribusi BBM membutuhkan keselarasan peran dan tanggung jawab berbagai pihak," ujar Cecep, dikutip Minggu, 1 November 2026.

Menurut dia, BBM memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, kegiatan ekonomi, dan pelayanan publik. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan keterpaduan antara kebijakan pemerintah, kemampuan operasional badan usaha, serta pemahaman terhadap kebutuhan setiap wilayah.

Dalam perspektif ilmu politik, pendekatan tersebut mencerminkan tata kelola kolaboratif. Pemerintah, badan usaha, dan pemangku kepentingan menjalankan kewenangan masing-masing untuk mencapai tujuan bersama, yakni memastikan pelayanan energi menjangkau masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki pemahaman mengenai karakteristik wilayah, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan masyarakat. Informasi tersebut dapat membantu Pertamina memetakan kebutuhan penyaluran serta menentukan langkah operasional sesuai kondisi lapangan.

"Kolaborasi membuka ruang bagi pertukaran informasi dan penyelesaian kendala secara lebih terarah. Pertamina dapat menyesuaikan langkah distribusi berdasarkan kondisi wilayah, sementara pemerintah daerah mendukung koordinasi agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar," jelas dia.
 




Ilustrasi. Foto: dok Pertamina.
 

Kolaborasi dan pengawasan distribusi BBM


Cecep menilai keterlibatan regulator dan aparat terkait juga diperlukan untuk mendukung pengawasan penyaluran BBM sesuai peruntukannya. Pembagian peran yang jelas dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus mempercepat penanganan ketika muncul kendala distribusi.

Menurutnya, kemampuan BUMN energi membangun koordinasi menjadi bagian penting dalam menjalankan mandat pelayanan publik, terutama di tengah tuntutan masyarakat terhadap layanan yang responsif.

"Pertamina telah mengambil pendekatan yang tepat dengan melibatkan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan pemahaman atas kondisi setempat. Sinergi seperti ini patut didukung karena memperkuat kemampuan bersama dalam menjaga akses masyarakat terhadap energi," kata dia.

Ia menambahkan, kolaborasi operasional perlu disertai komunikasi publik yang jelas dan konsisten. Masyarakat membutuhkan informasi mengenai kondisi pelayanan, langkah penanganan, serta perkembangan distribusi BBM di wilayah masing-masing.

Dalam konteks kebijakan publik, kelancaran distribusi BBM juga berkaitan dengan stabilitas ekonomi dan sosial, terutama ketika masyarakat menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global.

Karena itu, tata kelola distribusi energi perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Kepastian pasokan dan distribusi dinilai dapat mengurangi potensi kepanikan, spekulasi, maupun penyebaran disinformasi di tengah masyarakat.

Pemegang sertifikasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) tersebut menjelaskan, pengelolaan distribusi BBM juga merupakan bagian dari manajemen risiko sektor strategis. Setiap potensi gangguan distribusi memerlukan identifikasi risiko, koordinasi lintas lembaga, serta mekanisme mitigasi yang jelas agar pelayanan publik tetap berjalan.

Menurut dia, kolaborasi antara Pertamina, pemerintah daerah, regulator, dan aparat terkait memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat berdasarkan kondisi lapangan. Cecep menilai keberhasilan tata kelola energi tidak hanya diukur dari tersalurkannya BBM kepada masyarakat, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak membangun kepercayaan publik melalui transparansi, koordinasi, dan akuntabilitas.

Di tengah tantangan sektor energi yang terus berkembang, sinergi Pertamina dan para pemangku kepentingan perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh kepastian layanan serta stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Ketahanan energi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pasokan, tetapi juga kemampuan institusi negara dan seluruh pemangku kepentingan bekerja sama secara efektif untuk melayani kepentingan masyarakat.

(Ade Hapsari Lestarini)