Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmaddiannor)
Asap Karhutla Kembali Selimuti Sampit, Pedagang Berharap Hujan Turun Lagi
Akhmaddiannor • 3 November 2026 09:19
Sampit: Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa pagi, 3 November 2026. Padahal, kabut asap sempat menghilang setelah wilayah tersebut diguyur hujan.
Salah seorang pedagang UMKM di kawasan Taman Kota Sampit, Taslim, mengatakan kabut asap sebelumnya membuat dagangannya sepi pembeli. Namun, kondisi mulai membaik setelah hujan turun selama beberapa hari terakhir.
"Saat kabut asap pekat, dagangan menjadi sepi. Namun, setelah kemarin turun hujan dan cuaca cerah, dagangan mulai ramai pembeli. Kami bersyukur karena beberapa hari ini hujan turun," ujar Taslim di Sampit.
Baca Juga :
Meski demikian, ia mengaku kembali khawatir setelah asap mulai terlihat lagi di Kota Sampit. Taslim berharap hujan kembali turun agar kabut asap menghilang dan kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi.
"Kondisi hari ini asap kembali terlihat. Semoga hujan kembali turun sehingga asap bisa hilang dan karhutla tidak ada lagi," harap dia.
Para pedagang berharap kondisi udara di Kota Sampit segera membaik agar aktivitas perekonomian masyarakat kembali berjalan normal. Sehingga, warga dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa terganggu kabut asap.

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmaddiannor)
Berdasarkan data aplikasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Sampit pada Selasa pukul 06.00 WIB tercatat mencapai angka 839 untuk parameter PM10 dan masuk kategori berbahaya.
Kondisi tersebut berisiko menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Hal ini juga mengindikasikan masih adanya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Timur yang belum sepenuhnya padam.