Perdagangan saham pada Bursa Saham AS, Wall Street. Foto: Xinhua.
Wall Street Bervariasi: Dow Jones Cuan, Nasdaq Malah Jeblok 1,25%
Husen Miftahudin • 9 October 2026 07:56
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis waktu setempat. Kenaikan harga minyak mentah dan laporan mengenai pendapatan OpenAI yang berada di bawah proyeksi pasar menekan sentimen investor, terutama pada saham teknologi dan semikonduktor.
Dikutip dari Xinhua, Jumat, 9 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 51,77 poin atau 0,1 persen ke level 51.231,64. Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 36,41 poin atau 0,47 persen menjadi 7.765,36, sedangkan Nasdaq Composite melemah 345,35 poin atau 1,25 persen ke posisi 27.193,34.
Dari 11 sektor utama S&P 500, enam sektor berakhir di zona hijau. Sektor energi memimpin kenaikan sebesar 2,92 persen, diikuti sektor barang konsumsi pokok yang menguat 2,12 persen. Sementara itu, sektor teknologi melemah 1,78 persen dan barang konsumsi nonpokok turun 0,47 persen.
Saham perusahaan teknologi dan semikonduktor menghadapi tekanan jual setelah laporan Financial Times menyebutkan pendapatan tahunan OpenAI sekitar USD20 miliar lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebelumnya.
Laporan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran investor mengenai valuasi perusahaan dan kemampuan industri kecerdasan buatan (AI) menghasilkan pendapatan seiring pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Tekanan jual meningkat menjelang penutupan perdagangan, terutama pada saham produsen semikonduktor utama, termasuk Nvidia, Micron Technology, dan Intel.
Baca Juga :
IHSG Ditutup Turun 1,88% ke Level 6.031,28
Harga minyak melonjak di Tengah Ketegangan AS-Iran
Sentimen pasar turut tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah selama sesi perdagangan Kamis. Kenaikan tersebut kemudian berkurang setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat tidak akan melancarkan serangan militer terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu mendatang.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik USD3,21 atau 3,64 persen menjadi USD91,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember menguat USD4,08 atau 4,07 persen menjadi USD104,28 per barel di London ICE Futures Exchange.
Dari sisi makroekonomi, data ketenagakerjaan AS menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif tangguh. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian turun menjadi 197 ribu pada pekan yang berakhir 3 Oktober 2026.
Penurunan tersebut mengindikasikan aktivitas pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terkendali di tengah dinamika perekonomian AS.
Di pasar saham korporasi, saham Chipotle Mexican Grill melonjak lebih dari enam persen dan menjadi salah satu pendorong kenaikan di indeks S&P 500.
Kenaikan tersebut terjadi setelah laporan media menyebutkan Starbucks menjajaki kemungkinan mengakuisisi jaringan restoran cepat saji Chipotle. Sebaliknya, saham Starbucks melemah 0,4 persen setelah kabar tersebut mencuat.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: iStock)
PepsiCo menguat, Levi Strauss terkoreksi
Dari sisi kinerja perusahaan, saham PepsiCo naik 3,73 persen setelah perusahaan merilis informasi keuangan triwulanan. Laporan tersebut sekaligus menandai dimulainya musim publikasi kinerja keuangan perusahaan untuk kuartal III 2026.
Sebaliknya, saham produsen pakaian Levi Strauss turun lebih dari dua persen setelah perusahaan mengumumkan laporan keuangan triwulanan.
Menurut penyedia data keuangan FactSet, konsensus analis memperkirakan total pendapatan perusahaan-perusahaan dalam indeks S&P 500 tumbuh 29,5 persen secara tahunan pada kuartal III-2026.