Suporter Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Foto: Metro TV/Diva Rabiah.
Suporter Timnas Luapkan Euforia Juara di Bundaran HI
Diva Rabiah • 6 October 2026 05:25
Jakarta: Tim Nasional (Timnas) Indonesia resmi menyandang gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai menekuk Thailand lewat drama adu penalti 4-2. Keberhasilan ini memicu gelombang konvoi dan pesta perayaan suporter yang tak terbendung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
"Kita sudah berkali-kali runner-up. Jadi euforianya enjoy saja, nikmatin. Kalo kemarin itu AFF ya, bukan resminya FIFA. Sekarang yang resmi FIFA ini, kita jadi juara pertama senang sekali," ungkap salah satu suporter Timnas, Hesa, kepada Metro TV di lokasi, Selasa, 6 Oktober 2026.
Lautan suporter tampak memadati jantung Ibu Kota sambil tak henti menyanyikan yel-yel kebanggaan dan lagu nasional. Berdasarkan pemantauan Metro TV, semarak perayaan diwarnai nyala kembang api, petasan Betawi, hingga flare merah.
Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI mengalami kemacetan parah. Meski terjebak kemacetan saat perjalanan pulang dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Hesa bersama rekannya, Herindra, mengaku tetap bahagia karena penantian panjang gelar juara tingkat ASEAN ini layak dirayakan sepuas-puasnya.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri depan) didampingi Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri depan) menyerahkan piala kepada pesepak bola Timnas Indonesia usai final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa.
Herindra, suporter asal Jawa Timur, menilai kemenangan atas Thailand ini merupakan momen bersejarah yang patut dibanggakan setelah menunggu puluhan tahun.
"Sangat menarik karena saya sebagai suporter sudah menunggu momen ini bertahun-tahun ya. Pernah juara tapi enggak di Indonesia. Walau bikin macet, untuk penantian yang sekian panjang, harap dimaklumi saja. Karena kita menunggu 30 tahun lebih, harusnya (kemeriahannya) malah lebih dari ini," ujar Herindra.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara di level senior sejak terakhir kali Indonesia menundukkan Malaysia 1-0 pada partai puncak SEA Games 1987.
Tetap Junjung Rasa Kemanusiaan
Di tengah kemeriahan pesta kemenangan, aksi para suporter tetap diwarnai dengan pesan-pesan kemanusiaan. Sepanjang konvoi, gema nyanyian untuk mengenang Tragedi Kanjuruhan 2022 terus terdengar dari kerumunan massa.
Selain menyanyikan lagu untuk Kanjuruhan, sejumlah suporter terlihat mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas. Hesa mengapresiasi kepekaan sosial para suporter yang tidak melupakan duka kemanusiaan di tengah sukacita.
Hal senada disampaikan Herindra yang menilai sikap solidaritas sudah menjadi karakter melekat bagi pendukung sepak bola Indonesia.
"Memang habit-nya suporter Indonesia seperti itu. Selalu punya rasa simpati di balik kemeriahannya. Euforia tidak mengesampingkan kesan-kesan simpatik kepada korban-korban Kanjuruhan dan perang di Palestina," kata Herindra.