Pemain PSIM. (ileague.id)
PSIM Hormati Keputusan Laga Tanpa Penonton, Suporter Diminta Dukung dari Rumah
Ahmad Mustaqim • 13 October 2026 23:01
Yogyakarta: PSIM Yogyakarta menghadapi situasi sulit menjelang pertandingan lanjutan Super League 2026. Setelah menelan kekalahan telak dari Persija Jakarta, Laskar Mataram harus menjalani laga kandang melawan PSM Makassar tanpa kehadiran penonton.
PSIM dijadwalkan menjamu PSM di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pertandingan yang akan dimulai pukul 15.30 WIB itu berlangsung tanpa penonton setelah penyesuaian jadwal operasional stadion dilakukan menjelang agenda Silaturahim Nasional (SILANAS) III Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh 2026 pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Sebelumnya, PSIM kalah 0-4 dari Persija Jakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Hasil tersebut menambah tekanan bagi PSIM yang belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan awal Super League musim ini.
Ketua Match Organizing Committee (MOC) atau Panitia Pelaksana PSIM, Ermantino Handokomulyo, mengatakan pemerintah daerah dan kepolisian tetap memberikan izin agar pertandingan digelar di Stadion Sultan Agung. Namun, kesepakatan dibuat agar pertandingan berlangsung tanpa penonton demi mendukung persiapan serta pemeliharaan fasilitas untuk agenda SILANAS III.
"Pemkab Bantul dan pihak kepolisian tetap mengizinkan laga kandang ini tetap digelar di SSA. Namun, agar tidak mengganggu persiapan serta pemeliharaan fasilitas SILANAS III, kami sepakat pertandingan harus steril dari penonton," kata Ermantino, Selasa, 13 Oktober 2026.
Manajemen PSIM menyatakan menghormati keputusan tersebut meskipun tim harus kehilangan dukungan langsung dari suporter dalam pertandingan penting melawan PSM Makassar.
"Kami sangat menghormati keputusan tersebut dan berkomitmen penuh menjaga ketertiban bersama," ujar Ermantino.
Panitia pelaksana akan memperketat sterilisasi di area luar stadion hingga ring 1 pada hari pertandingan. Akses ke kawasan stadion hanya diperbolehkan bagi pemain, ofisial, serta pihak berkepentingan yang memiliki akreditasi resmi.
Manajemen juga memahami kekecewaan kelompok suporter PSIM, Brajamusti dan The Maident, yang tidak dapat mendukung tim secara langsung dari tribun. Meski demikian, para pendukung diimbau tidak mendatangi kawasan stadion atau menggelar konvoi di jalan raya.
"Kami memohon pengertian dan kerja sama seluruh pendukung setia PSIM Jogja untuk mematuhi aturan ini. Doa dan energi positif dari kediaman masing-masing akan tetap sampai dan menjadi kekuatan utama perjuangan Laskar Mataram di lapangan," ucap Ermantino.