Iran-AS Bertukar Proposal Negosiasi, Upaya Akhiri Perang Berlanjut

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Anadolu

Iran-AS Bertukar Proposal Negosiasi, Upaya Akhiri Perang Berlanjut

Muhammad Reyhansyah • 9 October 2026 11:48

Ashgabat: Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Iran dan Amerika Serikat (AS) telah bertukar proposal baru untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan, Kamis, 8 Oktober 2026, di sela-sela KTT para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) dan pertemuan puncak lingkungan Laut Kaspia.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, kedua pemimpin membahas perkembangan hubungan bilateral serta upaya memperkuat kerja sama di sektor energi, pertanian, transportasi, dan perdagangan.

Mereka juga menekankan perlunya mempercepat penyelesaian proyek-proyek bersama serta menegaskan komitmen memperluas kerja sama menyeluruh demi kepentingan nasional kedua negara dan stabilitas kawasan.

Menurut laporan Iranian Students’ News Agency (ISNA), Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan mundur dari perundingan dengan AS meskipun perang masih berlangsung.

“Kami sedang berunding, tetapi setiap kali kami berbicara dengan AS, mereka kembali menyerang. Namun, kami tidak akan meninggalkan meja perundingan dan dialog,” kata Pezeshkian, dikutip dari Anadolu.

Ia mengatakan Teheran telah mengajukan proposal dan Washington juga menyampaikan sejumlah usulan baru.

“Kami telah melakukan revisi terhadap proposal-proposal ini. Setelah semuanya difinalisasi, kami seharusnya duduk bersama melalui mediator yang sudah ada dan menyelaraskan proposal tersebut,” ujarnya.

Rusia Dukung Upaya Diplomasi

Pezeshkian menyampaikan terima kasih kepada Rusia atas sikapnya dalam berbagai persoalan regional dan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mengatakan Moskow turut membantu menentang pendekatan sepihak dalam hubungan internasional.

Pezeshkian juga berharap koordinasi yang semakin erat antara Teheran dan Moskow dapat berkembang dengan “kecepatan dan kekuatan”. Menurutnya, situasi saat ini membuka peluang untuk memperdalam kerja sama kedua negara.

Ia menegaskan Iran menginginkan berakhirnya perang dengan tetap memastikan hak-hak rakyatnya dihormati sesuai hukum internasional.

Putin dan Pezeshkian sebelumnya bertemu langsung pada 1 September di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgizstan. Pertemuan itu membahas hubungan bilateral serta konflik Iran-AS.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menggambarkan gencatan senjata antara AS dan Iran sebagai sesuatu yang “tidak stabil dan terlalu rapuh”, sekaligus menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Teheran.

Pada Rabu, kedua pemimpin juga berbicara melalui telepon untuk membahas perundingan Iran-AS. Putin menyampaikan kesiapan Moskow mendukung upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik.

KTT Regional di Turkmenistan

Putin tiba di Turkmenistan pada Kamis untuk kunjungan selama dua hari guna menghadiri KTT CIS dan pertemuan puncak lingkungan Laut Kaspia di Zona Wisata Nasional Avaza, pesisir Laut Kaspia.

KTT CIS diperkirakan membahas kerja sama antarnegara anggota serta perkembangan regional dan internasional.

Sementara itu, pertemuan puncak Laut Kaspia mempertemukan para pemimpin lima negara pesisir, yakni Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan. Kerja sama lingkungan di kawasan Laut Kaspia menjadi salah satu agenda utama.

(Fajar Nugraha)