Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. (Anadolu Agency)
Tiongkok Serukan Dialog usai Serangan Houthi di Bandara Riyadh Tewaskan 14 Orang
Willy Haryono • 12 October 2026 16:39
Beijing: Tiongkok menyerukan dialog serta negosiasi setelah sedikitnya 14 orang tewas dalam serangkaian serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi sepanjang akhir pekan kemarin.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan bahwa Beijing “sangat prihatin atas banyaknya korban" yang ditimbulkan dari serangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Mao kepada wartawan di Beijing, Senin, 12 Oktober 2026, seperti dilaporkan media pemerintah Global Times.
Mao mengatakan Tiongkok “secara konsisten menentang serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil."
Ia juga menyerukan agar tidak ada tindakan yang dapat semakin memperburuk ketegangan regional. Tiongkok meminta perbedaan dan perselisihan diselesaikan melalui dialog dan negosiasi serta mendorong tercapainya perdamaian dan stabilitas di kawasan sesegera mungkin.
Pada Minggu sore, sebuah proyektil yang belum diketahui jenisnya menghantam Terminal 4 Bandara King Khalid. Menurut otoritas Arab Saudi, serangan tersebut menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya.
Koalisi pimpinan Arab Saudi juga mengatakan pihaknya mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah di dekat bandara.
Sehari sebelumnya, Sabtu, serangan Houthi menghantam terminal penumpang di bandara tersebut. Menurut otoritas Arab Saudi, serangan itu menewaskan 13 orang dan melukai 309 lainnya.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuduh kelompok Houthi sebagai pelaku serangan pada Sabtu dan menyebut serangan tersebut “sepenuhnya kejahatan perang."
Serangkaian serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya permusuhan antara Arab Saudi dan Houthi di Yaman. Dalam beberapa hari terakhir, bandara serta fasilitas sipil dan energi lainnya menjadi sasaran serangan.
Baca juga: Arab Saudi Perpanjang Penutupan Bandara Riyadh usai Serangan Beruntun Houthi