Ilustrasi. Kemenag
Ruang Udara Timteng Ditutup, Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Jeddah
Achmad Zulfikar Fazli • 1 March 2026 09:19
Jakarta: Pemerintah melakukan langkah mitigasi terhadap jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya situasi keamanan regional. Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga sif, dan disebar di tiga titik bandara untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau penundaan penerbangan.
“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga sif dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 1 Maret 2026.
Sejumlah negara tetangga Arab Saudi, antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah, dilaporkan menutup ruang udara untuk penerbangan kedatangan dan keberangkatan.
Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan perkembangan situasi keamanan.
Pemerintah memastikan kondisi di wilayah Arab Saudi tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.
Baca Juga:
Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Penerbangan dari RI Menuju UEA hingga Qatar Dibatalkan |

Ilustrasi ibadah umrah. Foto: dok MI/Ramdani.
Mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah langsung bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.
KUH Jeddah membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah (mitra travel di Arab Saudi) guna mencari solusi bagi jemaah yang kepulangannya tertunda akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.
Di sisi lain, KBRI Riyadh mengimbau seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan. Para WNI diminta memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan RI.
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus memantau dan berkoordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.
KUH mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah.