Mulai Tahun Ini, Wisatawan Asing Masuk Bali Bakal Dicek Rekening Tabungan

Gubernur Bali Wayan Koster di Gianyar, Bali, Kamis 1/1/2026. ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

Mulai Tahun Ini, Wisatawan Asing Masuk Bali Bakal Dicek Rekening Tabungan

Whisnu Mardiansyah • 2 January 2026 08:59

Denpasar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah merancang regulasi untuk menyaring wisatawan mancanegara (wisman) yang akan mulai berlaku pada 2026. Salah satu aspek penyaringan adalah dengan memastikan jumlah tabungan yang dimiliki calon wisatawan.

“Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” kata Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gianyar, Kamis, 1 Januari 2026.

Selain pemeriksaan tabungan, Koster menyatakan setiap wisman yang hendak masuk ke Bali juga akan dicek terkait durasi waktu tinggal dan aktivitas yang rencananya akan dilakukan.

“Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelum menjelaskan kebijakan baru ini, Gubernur Koster memaparkan data kunjungan wisman sepanjang tahun 2025 yang mencapai 7,05 juta orang melalui jalur udara dan 71 ribu orang via jalur laut. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pariwisata Bali, menunjukkan tren peningkatan sejak pandemi covid-19 mereda.
 


Ia mengakui, pada 2022 berbagai pihak mendorong percepatan kedatangan wisman dengan memberikan banyak kemudahan. Imbasnya, arus wisatawan yang datang kemudian membeludak dan sulit untuk disaring.

“Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi dan mengatasi tidak bisa sehari dua hari, perlu kesabaran,” kata Koster.

Pemprov Bali menyadari berbagai masalah seperti sampah, kemacetan, dan banjir muncul. Namun, alih-alih menyalahkan persoalan tersebut, Koster menekankan pentingnya perbaikan regulasi.


Ilustrasi. Foto: Dok MI

Meski pemerintah pusat belum menetapkan target kunjungan untuk 2026, pemerintah daerah Bali ingin fokus tidak lagi pada pencapaian kuantitas, melainkan pada perburuan wisatawan berkualitas.

Oleh karena itu, menurut Koster, memastikan kriteria wisman yang boleh masuk menjadi sangat penting. Tujuannya agar kehadiran mereka di Bali membawa dampak positif, terutama bagi sektor ekonomi pariwisata, dan tidak menimbulkan masalah.

“Ke depan ini kita akan mulai mengarah kepada pariwisata berkualitas, jadi tidak secara jumlah semata, tapi yang berkualitas yang dirancang melalui peraturan daerah itu tata kelola kepariwisataan,” ucap Gubernur Koster.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)