Volume Sampah Malam Tahun Baru di Surabaya Turun Signifikan

Ilustrasi tumpukan sampah. Medcom.id

Volume Sampah Malam Tahun Baru di Surabaya Turun Signifikan

Amaluddin • 2 January 2026 21:57

Surabaya: Volume sampah pasca-perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Surabaya menurun secara signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mencatat, timbulan sampah dari aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun tidak sampai 5 ton, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 14 ton.

“Tahun lalu timbulan sampah malam tahun baru mencapai kurang lebih 14 ton. Tahun ini tidak sampai 5 ton. Artinya terjadi penurunan yang sangat signifikan,” kata Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, Jumat, 2 Januari 2025.

Dedik menyebut penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah. Hal ini juga menunjukkan kepatuhan masyarakat terhadap imbauan Pemerintah Kota Surabaya.
 


Menurut Dedik, salah satu faktor utama penurunan volume sampah adalah instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati dan duka cita atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh.

“Aktivitas masyarakat di lapangan memang berkurang. Warga mengikuti imbauan Pak Wali Kota untuk tidak menggelar perayaan yang terlalu ramai sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” jelas Dedik.

Meski volume sampah menurun drastis, DLH Kota Surabaya tetap menurunkan petugas kebersihan untuk melakukan pembersihan. Pembersihan difokuskan di sejumlah titik yang biasanya menjadi pusat keramaian, seperti kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, Wisata Kota Lama Surabaya, dan Taman Suroboyo.

Dedik menjelaskan bahwa jenis sampah yang terkumpul didominasi oleh sisa aktivitas konsumsi masyarakat, seperti botol plastik, kardus, kemasan makanan, dan sisa makanan. Namun, jumlahnya relatif kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

“Titik-titik itu memang masih menjadi tempat berkumpul warga, tetapi volumenya tidak banyak. Imbauan pemerintah kota didengar dan dijalankan dengan baik,” kata Dedik.


Ilustrasi tumpukan sampah. Medcom.id


Ia menegaskan bahwa angka kurang dari 5 ton tersebut merupakan timbulan sampah khusus dari aktivitas malam tahun baru. Angka itu bukan akumulasi sampah harian Kota Surabaya secara keseluruhan.

"Ini murni sampah dari satu kegiatan malam tahun baru di ruang publik dan jalanan, tidak termasuk sampah rutin rumah tangga di TPS. Jadi perbandingannya sangat jauh dan ini perkembangan yang positif bagi kebersihan Kota Pahlawan,” pungkas Dedik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)