Antisipasi Kemarau, BPBD Lombok Timur Tingkatkan Mitigasi di Daerah 3T

Ilustrasi: Zechen Li/Pexels

Antisipasi Kemarau, BPBD Lombok Timur Tingkatkan Mitigasi di Daerah 3T

Lukman Diah Sari • 17 June 2026 21:49

Lombok Timur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meningkatkan mitigasi atau antisipasi dini musim kemarau dengan fokus di wilayah 3T ( terluar, terdepan, dan tertinggal).

“BPBD telah melakukan pelatihan mitigasi bencana, fokus di tiga T, yaitu terluar, terdepan dan tertinggal. Peserta mitigasi melibatkan warga setempat," kata Kepala BPBD Lombok Timur Lalu Mulyadi di Lombok Timur, Rabu, 17 Juni 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan kegiatan pelatihan mitigasi bencana ini dilakukan dengan menggandeng BMKG Stasiun Klimatologi Mataram. Menyasar wilayah yang menjadi langganan bencana, seperti di wilayah utara (Sambelia) dan wilayah selatan (Jerowaru).

"Kami bersama BMKG melatih pemuda dan warga setempat sebagai tim petugas siaga bencana desa, dan masyarakat menyambut antusias kegiatan ini," jelas dia.

Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)

Lalu mengatakan, pelatihan itu diharap membuat warga menjadi lebih sigap ketika terjadi bencana. Dengan begitu, masyarakat bisa turut memberikan pertolongan pertama saat bencana. 

Lebih lanjut, ia mengungkap meski prediksi BMKG puncak kemarau Agustus mendatang, saat ini laporan kekeringan sudah terjadi di beberapa desa di Kecamatan Jerowaru.

"Memang saat ini di wilayah tengah belum terlalu terasa, tetapi kalau di selatan ini sudah masuk, dan bantuan air bersih telah di droping," ujar dia.

BPBD Lombok Timur juga akan meluncurkan mitigasi bencana inklusif bersama seluruh provinsi yang memiliki gunung berapi, termasuk Gunung Rinjani.

"Di bulan Oktober mendatang kami juga meluncurkan kegiatan mitigasi inklusif bencana gunung berapi, bersama provinsi yang memiliki gunung berapi," ungkap Lalu.

(Lukman Diah Sari)