Trump: AS Inginkan Negosiasi untuk Greenland, Tapi Tidak Akan Gunakan Militer

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di World Economic Forum. Foto: YouTube WEF

Trump: AS Inginkan Negosiasi untuk Greenland, Tapi Tidak Akan Gunakan Militer

Fajar Nugraha • 22 January 2026 04:55

Davos: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Davos, Swiss dengan helikopter pada Rabu 21 Januari 2026 waktu setempat untuk menghadiri World Economid Forum (WEF). Trump memasuki suasana tegang ketika para pemimpin Eropa dan sekutu menolak tuntutannya untuk mengendalikan pulau Arktik tersebut, bagian dari Kerajaan Denmark.

Trump dalam pidatonya langsung mengatakan bahwa AS mencari negosiasi segera untuk mengakuisisi Greenland, di mana Washington berencana untuk membangun "Kubah Emas" untuk melindunginya dari musuh potensial.

“Saya sangat menghormati rakyat Greenland dan rakyat Denmark,” kata Trump saat membahas wilayah pulau Arktik tersebut, yang ia sebut sebagai “sepotong es yang besar dan indah, seperti dikutip dari AFP, Kamis 22 Januari 2026.

Sistem pertahanan rudal berlapis yang diusulkannya, ‘Kubah Emas’ akan melindungi AS dari rudal balistik antara benua (ICBM) Rusia dan Tiongkok serta senjata lainnya, yang menurutnya dapat "mengacaukan" segalanya.

“Tidak ada negara atau kelompok negara yang lebih siap untuk membela Greenland daripada Amerika Serikat,” tambah Trump.

Presiden AS mengatakan, buktinya dapat dilihat dalam "Perang Dunia II, ketika Denmark jatuh ke tangan Jerman hanya dalam enam jam pertempuran."

"AS kemudian terpaksa mengirim pasukan kami untuk mempertahankan wilayah Greenland, dengan biaya dan pengeluaran yang besar," tambah Trump.

Setelah perang, "yang kami menangkan, kami menang besar," kata Trump — jika tidak, "kalian semua mungkin akan berbicara bahasa Jerman dan Jepang," candanya — AS mengembalikan kendali pulau itu kepada Denmark. "Betapa bodohnya kita. Kita mengembalikannya. Tapi betapa tidak berterima kasihnya mereka sekarang,” imbuh Trump.

AS memiliki lebih dari 100 personel yang ditempatkan secara permanen di Greenland dan dapat mendatangkan pasukan tambahan berdasarkan perjanjian yang ada, termasuk Perjanjian Pertahanan AS-Denmark tahun 1951 — yang sejak itu telah diperbarui — dan kerangka kerja keamanan kolektif NATO.


Menanggapi sekutu AS, Trump menekankan bahwa keinginan Washington untuk membeli Greenland bukanlah ancaman bagi NATO, yang dikritiknya dengan mengatakan "(AS) memberi begitu banyak dan kita mendapatkan begitu sedikit sebagai imbalan."

“Apa yang kita dapatkan dari NATO adalah—tidak ada apa-apa,” setelah mendanai 100% darinya, katanya. “Dan apa yang kita minta sebagai imbalan adalah tempat bernama Greenland,” sebut Trump.

AS akan menahan diri untuk tidak memperolehnya dengan kekerasan, Trump mengulangi.

“Kita mungkin tidak akan mendapatkan apa pun kecuali saya memutuskan untuk menggunakan kekuatan dan kekerasan yang berlebihan, di mana kita, terus terang, akan tak terkalahkan,” kata Trump.

“Tapi saya tidak akan melakukan itu. Oke. Sekarang semua orang berkata, oh, bagus,” tegas Trump.

“Itu mungkin pernyataan terbesar yang saya buat, karena orang-orang mengira saya akan menggunakan kekerasan. Saya tidak perlu menggunakan kekerasan. Saya tidak ingin menggunakan kekerasan. Saya tidak akan menggunakan kekerasan,” kata Trump.

“Anda bisa mengatakan ya, dan kami akan sangat menghargai, atau Anda bisa mengatakan tidak dan kami akan mengingatnya,” imbuh Trump.

Saya mencintai Eropa

Trump membuka pidatonya di WEF dengan menyatakan bahwa ia senang kembali ke kota resor Alpen Swiss untuk berpidato di hadapan "banyak pemimpin bisnis yang dihormati, begitu banyak teman, beberapa musuh."

Ia kemudian memuji keberhasilan pemerintahannya dalam bagian pertama pidatonya yang sarat dengan ekonomi, menyatakan bahwa "setahun yang lalu di bawah Demokrat sayap kiri radikal, kita adalah negara yang mati."

"Ekonomi sedang berkembang pesat," kata Trump.

Presiden AS kemudian beralih ke Eropa, mengatakan bahwa "Eropa tidak menuju ke arah yang benar".

"Saya mencintai Eropa, saya ingin melihatnya berkembang dengan baik tetapi tidak menuju ke arah yang benar," katanya, menyatakan bahwa teman-temannya yang bepergian ke sana mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak "mengenalinya".

"Saya tidak ingin menghina siapa pun. Saya berasal dari Eropa, Skotlandia dan Jerman, 100%. Dan kami sangat percaya pada ikatan dengan Eropa, saya ingin melihat mereka berkembang pesat,” tambah Trump.

Trump kemudian beralih ke masalah energi, mengkritik apa yang menurutnya merupakan dampak dari pemerintahan berhaluan kiri yang menyebabkan kerugian di tengah "harga yang sangat tinggi" di negara-negara seperti Jerman dan Inggris, menyebutnya sebagai "Penipuan Hijau Baru".

"Anda seharusnya menghasilkan uang dari energi, bukan kehilangan energi. Saya ingin Eropa berjaya, saya ingin Inggris berjaya," katanya.

"Ada kincir angin di mana-mana, dan mereka merugi,” tambah Trump.

"Mereka membunuh burung, mereka merusak pemandangan. Orang-orang bodoh membelinya," pungkas Trump.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)