Bahaya Highway Hypnosis dan Microsleep Bagi Para Pemudik

Ilustrasi. Foto: Medcom.id/World of Relief.

Bahaya Highway Hypnosis dan Microsleep Bagi Para Pemudik

Muhamad Marup • 18 March 2026 15:32

Jakarta: Keamanan dan keselamatan menjadi faktor penting saat mudik Lebaran. Jangan sampai niat bertemu keluarga besar di kampung halaman terhambat gara-gara sesuatu yang tidak diinginkan.

Beberapa hal yang jadi ancaman para pemudik terutama para pengendara jarak jauh adalah Highway Hypnosis dan Microsleep. Kedua kondisi ini kerap terjadi tanpa disadari dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

Kondisi jalan yang lurus dan monoton justru dapat memicu kelelahan mental sehingga membuat pengemudi rentan mengalami highway hypnosis atau microsleep.

Meski memiliki penyebab yang sama, kondisi keduanya berbeda. Highway hypnosis merupakan kondisi ketika seseorang seperti berada dalam keadaan setengah sadar akibat situasi berkendara yang terlalu monoton.

Sementara itu, microsleep adalah episode singkat hilangnya kesadaran atau perhatian yang biasanya berlangsung hanya beberapa detik.

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Dede Nasrullah, menjelaskan bahwa microsleep biasanya terjadi ketika seseorang sudah merasa sangat mengantuk hingga tertidur secara tiba-tiba dalam waktu singkat.

Sementara itu, gejala highway hypnosis antara lain rasa kantuk, menurunnya konsentrasi, pikiran terasa kosong atau linglung, waktu terasa berjalan lebih lambat, serta kelopak mata terasa berat atau sering berkedip.

"Ada beberapa cara untuk mencegah highway hypnosis dan microsleep saat berkendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran," ujar Dede dalam keterangan resminya, Rabu, 18 Maret 2026.

Dede menjelaskan beberapa langkah yang bisa dilakukan pengemudi agar tetap fokus selama perjalanan sebagai berikut.


Ilustrasi Pexels
  • Menjaga komunikasi dengan penumpang. Percakapan ringan dapat membantu pengemudi tetap terjaga dan mengurangi rasa bosan saat perjalanan jauh.
  • Beristirahat secara berkala. Perjalanan panjang di jalan yang monoton dapat membuat tubuh dan otak cepat lelah. Pengemudi disarankan untuk berhenti sejenak dan beristirahat jika sudah terlalu lama menyetir.
  • Mengonsumsi kafein saat mulai mengantuk. Minuman berkafein dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi. Pengemudi juga dapat mengonsumsi camilan ringan atau mengunyah permen untuk mengurangi rasa bosan.
  • Tidak makan terlalu kenyang sebelum berkendara untuk menghindari rasa kantuk.
  • Sesekali mengalihkan pandangan ke luar kendaraan dengan tetap menjaga kewaspadaan agar pikiran tidak terlalu jenuh selama perjalanan.
  • Hindari alkohol, obat-obatan, atau zat lain yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi.
"Yang tidak kalah penting adalah memastikan waktu tidur cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam, agar tubuh tetap segar dan siap menjalani perjalanan jauh," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)