Tekan Kemacetan Lebaran, KAI Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Ilustrasi PT KAI. Foto: Dok. Istimewa.

Tekan Kemacetan Lebaran, KAI Berangkatkan Ribuan Pemudik Gratis

Kautsar Widya Prabowo • 18 March 2026 00:05

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberangkatkan 480 peserta mudik gratis dari Stasiun Pasar Senen menuju Semarang Tawang pada Selasa, 17 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan pelat merah itu dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 sekaligus menekan kemacetan di jalur darat.

“Pemberangkatan ini menjadi bagian dari dukungan KAI terhadap program mudik gratis sekaligus mempertegas peran kereta api sebagai moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa, 17 Maret 2026.

Secara keseluruhan, sebanyak 15.706 pemudik telah diberangkatkan menggunakan kereta api dalam program mudik gratis pada periode 13–16 Maret 2026.

Anne menambahkan, program ini juga bertujuan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama mudik.

“Kereta api menjadi salah satu solusi mobilitas selama masa mudik karena mampu menghadirkan perjalanan yang lebih aman, bebas macet, dan memiliki kepastian waktu tempuh,” jelas Anne.

Selain itu, tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api dinilai sejalan dengan tingkat ketepatan waktu yang terus terjaga. KAI mencatat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,84 persen dan 97,61 persen untuk kedatangan.

Peserta mudik gratis PT KAI. Foto: Istimewa.

Melalui program ini, KAI berharap dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Khususnya dalam mendukung penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 agar berjalan tertib, selamat, lancar, dan terkendali.

"KAI ingin memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat, membantu kelancaran mobilitas pada masa mudik,” tutup Anne.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)