Polisi Korea Selatan menangkap dua mantan personel militer Tiongkok yang diduga menyadap komunikasi militer. (Anadolu Agency)
Polisi Korsel Tangkap 2 Eks Tentara Tiongkok yang Diduga Intai Komunikasi Militer
Willy Haryono • 11 August 2026 18:33
Seoul: Kepolisian Korea Selatan menangkap dua mantan personel militer Tiongkok yang diduga menyadap komunikasi militer dan memperoleh informasi rahasia terkait latihan gabungan Korea Selatan-Amerika Serikat.
Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 11 Agustus 2026, salah satu tersangka merupakan mantan anggota Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) berusia 60-an tahun. Ia diduga berulang kali datang ke Korea Selatan menggunakan visa turis untuk menyadap komunikasi antara pesawat tempur dan menara pengendali lalu lintas udara.
Kantor berita Yonhap melaporkan, mengutip Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, tersangka tersebut menjalankan aktivitasnya dari sebuah hotel di dekat bandara di Kota Gunsan, wilayah barat daya Korea Selatan.
Kunjungan tersangka ke Korea Selatan disebut dimulai pada Januari 2024 dan diduga bertepatan dengan pelaksanaan latihan rutin Angkatan Udara Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Kepada penyidik, tersangka mengaku mendengarkan komunikasi pesawat sebagai "hobi." Namun, polisi masih menyelidiki kemungkinan informasi yang diperolehnya tersebut diteruskan kepada pihak berwenang Tiongkok.
Diduga Rekrut Warga Korea Selatan
Tersangka kedua merupakan warga negara Tiongkok keturunan Korea berusia 45 tahun dan mantan perwira PLA. Ia diduga merekrut seorang perempuan Korea Selatan yang bekerja di Camp Humphreys, pangkalan militer utama AS di Pyeongtaek, untuk memperoleh informasi rahasia mengenai latihan pasukan sekutu.Polisi mengatakan tersangka menyembunyikan identitasnya saat menjalankan sebuah toko perlengkapan militer AS di dekat pangkalan tersebut. Aktivitas yang diduga berkaitan dengan pengumpulan informasi militer itu berlangsung antara November 2021 hingga Mei tahun ini.
Kedua tersangka kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk memperoleh keuntungan bagi pihak musuh serta pelanggaran terhadap undang-undang yang mengatur perlindungan informasi dan komunikasi militer Korea Selatan.
Polisi masih menyelidiki aktivitas kedua tersangka, termasuk kemungkinan adanya informasi militer yang diteruskan kepada pihak Tiongkok.
Baca juga: Wali Kota di California Jadi Mata-mata Tiongkok, Ini Kronologi Pengungkapannya