Polres Bengkayang Padamkan Karhutla 3 Hektare di Sungai Duri

Tim gabungan sedang memadamkan karhutla Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (ANTARA/Narwati)

Polres Bengkayang Padamkan Karhutla 3 Hektare di Sungai Duri

Lukman Diah Sari • 13 August 2026 23:37

Bengkayang: Polres Bengkayang bersama tim gabungan memadamkan dua titik api yang terdeteksi melalui hotspot di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.

Kapolres Bengkayang, AKBP Syahirul Awab, saat memimpin langsung proses verifikasi dan pemadaman mengatakan bahwa data di aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi pada Selasa, 11 Agustus 2026, mendeteksi dua hotspot di wilayah tersebut. Kedua titik terpantau melalui sumber data Lancang Kuning dan satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan sedang.

"Begitu mendapatkan informasi adanya hotspot, kami langsung melakukan verifikasi ke lapangan. Yang paling penting adalah memastikan tidak ada bara yang tersisa dan melakukan pendinginan secara menyeluruh agar api tidak kembali muncul," ujar Syahirul di Bengkayang, Kamis, 13 Agustus 2026, melansir Antara.

Hasil pengecekan di lapangan menemukan areal bekas terbakar dengan api yang masih menyala meski tidak besar, sekitar 10 meter dari titik koordinat hotspot. Tim kemudian langsung melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap api serta bara yang masih terdapat di lahan tersebut.

Berdasarkan pendataan sementara, masing-masing lokasi memiliki luas areal terbakar sekitar 1,5 hektare, sehingga total lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare.

Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan anak kayu dengan karakteristik tanah gambut, serta berbatasan dengan perkebunan masyarakat. Kondisi vegetasi yang kering dan menguning membuat kawasan tersebut berpotensi mudah terbakar dan api dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara.

Tim gabungan melakukan penyisiran, pemadaman, dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada sumber api maupun bara yang tersisa. Setelah penanganan, pemantauan tetap dilakukan karena masih terdapat vegetasi kering di sekitar areal terbakar.

Kapolres mengatakan penanganan karhutla di wilayah tersebut membutuhkan langkah lanjutan karena sebagian lokasi berada di lahan gambut dan ketersediaan sumber air masih terbatas jika terjadi kebakaran dengan luasan yang lebih besar.

"Nanti kita coba berdiskusi setelah pemadaman, bagaimana caranya penanggulangan secara berkelanjutan karhutla ini, seperti pembuatan sumber air atau embung," katanya.

 ANTARA/HO/Humas Manggala Agni Jambi

Selain pemadaman, Kapolres Bengkayang menyerahkan bantuan mesin pompa air berbahan bakar bensin dan masker kepada tim Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Dia juga mengingatkan masyarakat sekitar agar tidak melakukan pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Dia menegaskan, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci mencegah titik api berkembang menjadi karhutla yang lebih luas.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan apabila menemukan titik api atau asap. Dengan respons cepat dan sinergi seluruh pihak, kita dapat mencegah kebakaran meluas," katanya.

Dua titik api tersebut telah berhasil ditangani. Namun, pemantauan di sekitar lokasi terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali api dari bara maupun vegetasi kering.

(Lukman Diah Sari)