Produk UMKM Hunay yang sukses tembus ekspor ke lima negara. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.
UMKM Binaan InJourney Ekspor Produk Olahan Bawang ke 5 Negara
Andika Fauzan Azhari • 18 August 2026 12:12
Jakarta: Gelaran Kesenian Rakyat yang digelar oleh InJourney di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin, 17 Agustus 2026, menjadi ajang pembuktian kualitas produk lokal di tingkat internasional.
Dari 150 UMKM binaan yang memeriahkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut, keberhasilan pelaku usaha olahan pangan daerah menembus pasar ekspor menjadi salah satu capaian yang paling menonjol.
Salah satu pelaku usaha yang mencatatkan prestasi tersebut adalah UMKM "Hunay" asal Probolinggo, Jawa Timur. Mengandalkan potensi komoditas bawang merah, usaha yang telah berdiri selama 15 tahun sejak 2011 ini terbukti mampu mengolah produk pangan sederhana menjadi komoditas berdaya saing global. Pemilik UMKM Hunay, Nurul, menyampaikan produknya kini telah menjangkau lima negara tujuan ekspor.
"Produk kita sudah ekspor, walaupun kita masih LCL (Less than Container Load), itu ada di Jepang, di Kanada. Ini kemasan ke Australia, ya, dan Arab juga. Ada ke Singapura juga," kata Nurul saat ditemui di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Nurul menjelaskan, kunci utama keberhasilan menembus pasar internasional terletak pada pemenuhan standar kualitas serta kelengkapan sertifikasi keamanan pangan. Meski berawal dari produk olahan rumahan, jaminan sertifikasi menjadi syarat mutlak untuk masuk ke rantai pasok global.
"Kita untuk sertifikasinya sudah cukup lengkap, mulai dari BPOM, Halal, HACCP. HACCP itu standar keamanan pangan internasional. Jadi salah satu syarat untuk bisa ekspor itu kita harus punya HACCP." jelas dia.

(Produk UMKM binaan InJourney yang mejeng di Anjungan Sarinah. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari)
Perluas akses pasar lewat ekosistem BUMN
Keikutsertaan Hunay dalam ajang Kesenian Rakyat di Sarinah menjadi bagian dari strategi ekspansi pasar domestik di ibu kota, sekaligus momentum untuk memanfaatkan jaringan bisnis BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung (InJourney).
Nurul berharap status sebagai UMKM binaan dapat membuka pintu kerja sama yang lebih luas di sektor penerbangan, perhotelan, dan destinasi wisata.
"Ini kan kita baru menjadi binaan InJourney ya, jadi kan harapannya itu adalah menambah peluang pasar kita, kemudian menambah level kita supaya UMKM naik kelas lagi." ungkap dia.
Melalui integrasi antara sertifikasi internasional, inovasi nilai tambah komoditas lokal, serta dukungan akses pasar dari ekosistem BUMN, para pelaku UMKM berharap dapat terus memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.