Bakom RI Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, saat berdialog dengan Metro TV, Jumat, 14 Agustus 2026. Dokumentasi/ Metro TV.

Bakom RI Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Siti Yona Hukmana • 14 August 2026 09:17

Jakarta: Semangat gotong royong dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan berbagai program pemerintah. Kolaborasi tidak hanya melibatkan pihak yang berada di dalam pemerintahan, tetapi juga masyarakat, kelompok sipil, media, dan berbagai elemen lainnya yang dapat memberikan pandangan dari beragam sudut.

Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pemerintah membutuhkan kerja sama kolektif dari seluruh pihak, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Hal tersebut disampaikannya menjelang pelaksanaan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI.

"Gotong Royong, bekerja sama kolektif itu tidak semua harus dalam satu barisan. Sebab yang di dalam barisan membutuhkan, diingatkan oleh orang-orang yang di luar barisan, orang-orang yang melihat persoalan dari banyak angle," kata Kurnia dalam dialog bersama Metro TV, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Kurnia, keberagaman pandangan dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki pelaksanaan program pemerintah. Kritik, saran, dan pendapat yang disampaikan masyarakat dapat menjadi masukan dalam melihat persoalan secara lebih luas.


Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, saat berdialog dengan Metro TV, Jumat, 14 Agustus 2026. Dokumentasi/ Metro TV.

Ia menilai ruang dialog tersebut penting agar pemerintah memperoleh perspektif yang beragam dalam menjalankan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Tadi sempat saya sampaikan saya mencoba melogika kan bagaimana integrasi dari kritik masif masyarakat dengan perbaikan di sektor makan bergizi gratis dan jika saya flash back ke belakang pada tahun sebelumnya, Presiden Prabowo sempat mengundang banyak jurnalis aktivis yang saya rasa pandangannya amat sangat berseberangan degab pemerintah yang gencar melakukan kritik," ungkap Kurnia.

Kurnia memandang langkah tersebut menunjukkan adanya ruang bagi berbagai pandangan untuk disampaikan dan dibahas. Menurutnya, perbedaan perspektif dalam sebuah diskusi dapat menjadi bagian dari upaya mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah juga perlu mendengarkan pertanyaan maupun masukan dari berbagai kelompok agar kebijakan yang dijalankan dapat terus dievaluasi dan disempurnakan.

Selain melalui ruang dialog, Kurnia menilai penyampaian pendapat oleh masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, termasuk melalui aksi demonstrasi, dengan tetap memperhatikan ketertiban dan hak masyarakat lainnya.

"Jadi silakan menyampaikan pendapat," ujar Kurnia.

Menurutnya semangat gotong royong tidak harus dimaknai sebagai keseragaman pandangan. Justru, keberadaan berbagai perspektif dapat membantu memperkaya proses pengambilan kebijakan dan mendorong program pemerintah agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang. Kritik, saran, maupun apresiasi dapat ditempatkan sebagai bagian dari komunikasi publik yang sehat untuk mendukung perbaikan dan pembangunan nasional.

(Siti Yona Hukmana)