Serka Anumerta Nur Ichwan Dikenal Sebagai Prajurit Gigih

Suasana haru menyelimuti Desa Deyangan, Mertoyudan, Magelang, saat jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya. (Metro TV/ Lorien Nurajay Oxa)

Serka Anumerta Nur Ichwan Dikenal Sebagai Prajurit Gigih

5 April 2026 16:55

Magelang: Suasana haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Giridharmoloyo, Kota Magelang, saat prosesi pemakaman militer untuk Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan. Almarhum dikenal sebagai prajurit gigih dan berbakti, yang meniti karier dari nol demi melanjutkan perjuangan keluarga.

"Selama tinggal di masyarakat, Muhammad Nur Ichwan sangat bagus, apalagi anaknya anak yatim, orang tua meninggal waktu masih kecil. Dia sangat gigih melanjutkan perjuangan orang tua," kata kakak sepupu Serka Ichwan, Sumarno di Magelang, Minggu, 5 April 2026. 
 

Sejak SMP, almarhum telah menjadi anak yatim dan menunjukkan kegigihan luar biasa untuk membantu ibunya serta melanjutkan perjuangan sang ayah. Ia sangat dihormati di lingkungannya karena kepribadiannya yang santun dan hubungan sosial yang baik dengan masyarakat.

"Beliau sering berkunjung, sering pulang, patuh terhadap orang tua," ujar Sumarno.

Sebelum bergabung dengan TNI, almarhum menempuh pendidikan di bidang kesehatan di RSJ. Keinginannya menjadi anggota TNI, khususnya di bagian kesehatan, muncul sejak ayahnya tiada. 

Meski ayahnya bekerja di bagian gudang obat dan bukan dari kalangan militer, almarhum menjadi anggota TNI pertama di keluarganya. Penempatan pertama almarhum sebagai prajurit adalah di Bali.


Seorang prajurit TNI Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmoloyo, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu, 5 April 2026. ANTARA/Heru Suyitno


Sebelum bertugas ke Lebanon, ia sempat pulang ke Magelang untuk berpamitan kepada ibu dan keluarga, meninggalkan seorang putra yang saat itu baru berusia tujuh bulan. "Anaknya punya keinginan berjuang, mau ditugaskan di Lebanon dengan semangat," ungkap Sumarno.

Almarhum meninggalkan seorang putra yang masih berusia tujuh bulan yang saat ini tinggal bersama keluarga istrinya di Magelang. Kini, pihak keluarga dan masyarakat hanya bisa menghantarkan doa agar almarhum diterima di sisi-Nya sebagai syahid yang khusnul khotimah. (Lorien Nurajay Oxa)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)