Ilustrasi, warga Inggris berjalan di depan pertokoan. Foto: Jon Super/Xinhua.
Kenaikan Pajak Bikin Warga Inggris 'Ngerem' Belanja saat Natal
Husen Miftahudin • 13 January 2026 08:16
London: Konsumen Inggris menekan pengeluaran mereka untuk berbelanja selama Desember 2025. Berdasarkan data Barclays, angka penurunan belanja menggunakan kartu debit dan kredit menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Ini menjadi tanda-tanda kehati-hatian rumah tangga warga Inggris menjelang Natal.
Data terpisah dari British Retail Consortium juga menunjukkan gambaran yang lemah dengan pertumbuhan penjualan di kalangan peritel melambat untuk bulan keempat berturut-turut pada Desember, karena pembeli menunggu diskon pasca-Natal.
Mengutip Investing.com, Selasa, 13 Januari 2025, warga Inggris menjadi lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka pada akhir tahun lalu karena kekhawatiran tentang kenaikan pajak yang diutarakan Menteri Keuangan Rachel Reeves. Inflasi dan perlambatan ekonomi semakin menambah kekhawatiran.
Jaringan supermarket Sainsbury's pekan lalu melaporkan penjualan non-makanan yang lemah selama musim liburan.
Barclays mengatakan pengeluaran konsumen Inggris menggunakan kartu debit dan kredit secara keseluruhan turun 1,7 persen (yoy) pada Desember. Angka penurunan ini merupakan yang terbesar sejak Februari 2021.
| Baca juga: Mata Uang GBP Berasal dari Mana? Ini Negaranya |

(Bendera Inggris. Foto: Unsplash)
Daya beli masyarakat Inggris lesu
Pengeluaran untuk barang-barang kebutuhan pokok turun untuk bulan kedelapan secara berturut-turut, kata Barclays. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran tentang inflasi, lebih dari setengah responden survei Barclays mengatakan mereka berencana untuk mengurangi pengeluaran untuk makanan dan barang-barang yang tidak penting tahun ini.
"Angka-angka ini menunjukkan tahun 2025 berakhir dengan lesu. Namun, kami memperkirakan inflasi akan mereda secara signifikan pada paruh pertama 2026, yang bersamaan dengan penurunan suku bunga lebih lanjut akan memberikan keringanan bagi konsumen, sehingga mendorong daya beli riil," ungkap Jack Meaning, kepala ekonom Inggris di Barclays.
Sementara itu, indikator kepercayaan konsumen Barclays sedikit meningkat pada Desember, tetapi tetap berada di bawah level rata-rata sepanjang 2025.
Data BRC menunjukkan penjualan di peritel terkemuka, ukuran pengeluaran yang lebih sempit dari Barclays, naik sebesar 1,2 persen secara tahunan pada Desember. Pertumbuhan ini melambat dari kenaikan 1,4 persen pada November dan merupakan peningkatan terlemah sejak Mei.
Di sisi lain, penjualan makanan naik sebesar 3,1 persen, tetapi peningkatan tersebut sebagian besar didorong oleh harga yang lebih tinggi. Penjualan non-makanan hampir stagnan dengan jumlah hadiah Natal yang terjual lebih sedikit dari yang diperkirakan.