Petani sayur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Pendapatan Petani Sayur Cipanas
Fachri Audhia Hafiez • 2 June 2026 19:01
Cianjur: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para petani sayur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kehadiran program nasional tersebut terbukti mampu mendongkrak stabilitas harga komoditas sayuran di tingkat lokal, mempercepat penyerapan hasil panen, sekaligus menjamin kelangsungan pendapatan keluarga petani.
“Saya lebih enak sekarang. Kalau pokcoy dulu biasa jual Rp7.000, sekarang bisa sampai Rp14.000-Rp15.000,” ujar Bayu Sudrajat, 43, salah seorang petani sayur saat ditemui di perkebunan sayur Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikutip dari rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Selasa, 2 Juni 2026.
Bayu mengungkapkan, lonjakan harga yang positif tidak hanya terjadi pada komoditas pokcoy, melainkan juga merata ke komoditas lain seperti daun bawang. Menurut pria yang sudah menggantungkan hidupnya dari bertani sejak tahun 1996 ini, program MBG secara langsung memotong jalur distribusi rumit yang selama ini membebani para petani kecil.
Jika dahulu petani harus mengeluarkan ongkos operasional ekstra untuk membawa hasil bumi ke pasar-pasar besar, kini skemanya berbalik. Banyaknya permintaan bahan baku untuk memasok program MBG membuat para tengkulak dan pembeli datang langsung menjemput bola ke area perkebunan.
“Lebih mudah juga jualnya. Kalau dulu kan harus ke pasar. Nah, selama ada MBG sekarang, banyak yang ngambil di kebun juga. Jadi, tidak harus ke pasar,” kata Bayu.
Kondisi ini menjadi angin segar mengingat sebelum program MBG bergulir, iklim pertanian di wilayah tersebut sempat lesu akibat ketidakpastian harga pasar dan lambatnya perputaran modal. Bayu menegaskan, keuntungan materiil yang ia dapatkan saat ini dialokasikan penuh untuk menjamin biaya pendidikan anak-anaknya serta diputar kembali sebagai modal tanam periodik.
Sentimen positif serupa turut diutarakan oleh Sidik, rekan sesama petani sayur di Cipanas. Ia mengakui rantai pasok yang tercipta berkat kebijakan MBG membuat hasil tani mereka habis terserap pasar dalam waktu singkat. Lonjakan pendapatan ini diakuinya sangat meringankan beban kebutuhan dapur dan operasional rumah tangga sehari-hari.
Petani sayur di kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
“Sudah ada MBG, alhamdulillah peningkatan sayuran naik. Penghasilan sekarang naik. Penghasilannya buat sekolah anak, buat keluarga, alhamdulillah. Bermanfaat sekali, penjualan hasil makin cepat,” tutur Sidik.
Membaiknya iklim ekonomi di sektor hulu pertanian ini membuat para petani di Cipanas menaruh harapan besar agar program pemenuhan gizi gratis ini terus dipertahankan secara berkelanjutan. Kedua petani tersebut kompak menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas dampak nyata kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat bawah.
“Terima kasih buat Bapak Presiden sudah mengadakan program MBG ini. Alhamdulillah saya jadi terbantu sebagai petani,” kata Sidik.