Tinggalkan Bisnis Hotel, FITT Beralih ke Jasa Pertambangan

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Tinggalkan Bisnis Hotel, FITT Beralih ke Jasa Pertambangan

Ade Hapsari Lestarini • 26 June 2026 17:31

Jakarta: PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) optimistis dapat memperbaiki kinerja keuangan setelah mengakuisisi PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian.

Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan peningkatan kinerja keuangan sekaligus mengubah model bisnis dari sektor perhotelan menjadi perusahaan induk investasi (investment holding) di bidang jasa pertambangan.

Direktur FITT Ou Yang mengatakan, akuisisi VTP merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi bisnis perseroan.

"Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan," ujar Ou Yang, usai Paparan Publik dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) serta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat, 26 Juni 2026.

VTP menjalankan model bisnis business-to-business (B2B) berbasis volume produksi wet metric ton (WMT) dengan kontrak jangka menengah hingga panjang. Perusahaan beroperasi di Luwuk dan pada 2025 membukukan pendapatan Rp128,7 miliar serta laba operasional sekitar Rp36 miliar.

Selain itu, VTP memiliki total aset Rp169 miliar dengan volume produksi nikel mencapai 742.321 WMT sepanjang 2025.


Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com
 

Divestasi dua anak usaha


Untuk mendukung akuisisi tersebut, FITT akan melakukan divestasi dua anak usaha, yakni BMP dan FAW. Perseroan menjual 99,99 persen saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) senilai Rp21,9 miliar, serta melepas 99,96 persen saham FAW kepada PT Pratama Global Servindo (PGS) senilai Rp46,9 miliar. Total dana yang diperoleh mencapai Rp67,9 miliar.

Dana hasil divestasi akan digunakan untuk mengakuisisi 50 persen saham VTP dari PT Sheng Yue Hengli senilai Rp46,5 miliar, sedangkan sisanya dialokasikan untuk restrukturisasi utang perseroan.

Ke depan, FITT akan bertransformasi menjadi investment holding yang berfokus pada sektor pertambangan melalui tiga tahap pengembangan, yakni:

  1. Tahap pertama dalam satu hingga dua tahun diarahkan pada integrasi dan penataan struktur bisnis.
  2. Tahap kedua dalam tiga hingga lima tahun difokuskan pada ekspansi dan diversifikasi, termasuk mengevaluasi peluang peningkatan kepemilikan saham VTP menjadi lebih dari 50 persen apabila sesuai strategi investasi perseroan.
  3. Tahap ketiga atau setelah lima tahun, perseroan menargetkan konsolidasi ekosistem bisnis pertambangan.


"Melalui strategi ini, FITT menegaskan komitmennya memperkuat posisi sebagai perusahaan terbuka yang adaptif terhadap transformasi industri dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang serta peningkatan nilai bagi pemegang saham," ujar Ou Yang.

(Ade Hapsari Lestarini)