Glacier Express menawarkan perjalanan santai di tengah panorama pegunungan Alpen Swiss. (trailwisetravel)
Glacier Express, Kereta Paling Lambat di Dunia yang Tawarkan Panorama Alpen
Willy Haryono • 23 September 2026 14:15
Jakarta: Di tengah jaringan kereta api kecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai kota di Eropa, Swiss memiliki perjalanan kereta dengan konsep yang justru berlawanan: Glacier Express, yang kerap disebut sebagai kereta ekspres paling lambat di dunia.
Kereta ini menghubungkan dua resor Alpen terkenal, Zermatt dan St. Moritz. Mengutip dari Times of India, Glacier Express menempuh perjalanan sepanjang 291 kilometer dalam waktu sekitar delapan jam, dengan kecepatan rata-rata hanya 37 kilometer per jam.
Meski menyandang nama "express," perjalanan Glacier Express bukan ditujukan untuk mencapai tujuan secepat mungkin. Kereta ini menawarkan pengalaman menikmati pemandangan Pegunungan Alpen Swiss sepanjang perjalanan.
Melintasi Alpen
Rute Glacier Express melewati 291 jembatan, 91 terowongan, serta Oberalp Pass yang berada di ketinggian 2.033 meter.Kereta dilengkapi jendela panorama berukuran besar yang memungkinkan penumpang menikmati pemandangan tanpa banyak terhalang. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat melihat pegunungan yang diselimuti salju, ngarai yang dalam, padang rumput Alpen, hingga desa-desa yang berada di kawasan pegunungan.
Perjalanan ini juga memperlihatkan berbagai pencapaian teknik perkeretaapian yang memungkinkan kereta melintasi medan tersebut. Salah satunya adalah Landwasser Viaduct, jembatan melengkung dengan enam lengkungan yang membentang 65 meter di atas Sungai Landwasser.

Kenyamanan dalam Perjalanan yang Santai
Meski bergerak dengan kecepatan relatif rendah, Glacier Express menawarkan pengalaman perjalanan yang nyaman dan mewah.Penumpang dapat memilih kelas satu dan kelas dua, yang sama-sama menyediakan tempat duduk luas dan nyaman. Penumpang kelas satu mendapatkan fasilitas tambahan, termasuk kursi yang lebih lebar serta hidangan gourmet yang disajikan langsung di tempat duduk.
Glacier Express juga memiliki Excellence Class, yang menawarkan layanan bintang lima. Penumpang di kelas ini mendapatkan hidangan tujuh menu dengan pasangan wine sambil menikmati pemandangan Alpen melalui jendela panorama.
Kereta tersebut juga dilengkapi fasilitas modern seperti pendingin udara dan panduan audio dalam berbagai bahasa. Panduan itu memberikan informasi mengenai sejarah, budaya, serta keindahan alam kawasan yang dilalui kereta.
Ketika Perjalanan Menjadi Tujuan
Kecepatan Glacier Express yang rendah tidak terlepas dari medan yang dilaluinya. Kereta melintasi sejumlah kawasan dengan kondisi medan yang terjal dan menantang sehingga perjalanan membutuhkan kehati-hatian.Namun, lambatnya perjalanan justru menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan.
Dengan kecepatan rata-rata sekitar 37 kilometer per jam, penumpang memiliki waktu untuk menikmati lanskap Alpen Swiss secara lebih leluasa.
Dalam konteks ini, Glacier Express bukan sekadar sarana untuk berpindah dari Zermatt ke St. Moritz, melainkan perjalanan wisata yang menjadikan pemandangan sebagai bagian utama dari pengalaman.
Glacier Express mungkin dikenal sebagai kereta ekspres paling lambat di dunia. Namun, perjalanan sepanjang 291 kilometer itu menawarkan sesuatu yang tidak menjadi tujuan utama kereta ekspres konvensional: menikmati perjalanan itu sendiri.

Baca juga: Dari Shinkansen hingga Kereta Alpen, Menjelajahi Kereta di 3 Negara