Gambar: Magnific
Peringatan Dini BMKG 3-5 September 2026, Kaltara Bakal Diguyur Hujan
Lukman Diah Sari • 3 September 2026 10:46
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem berupa potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan dini ini berlaku mulai Kamis, 3 September hingga Sabtu, 5 September 2026.
Mengutip akun resmi BMKG, berikut adalah rincian wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode tersebut:
Peringatan Dini 3 September 2026
-
Waspada Hujan Sedang-Lebat: Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan.
-
Waspada Angin Kencang: Jawa Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Peringatan Dini 4 September 2026
-
Waspada Hujan Sedang-Lebat: Aceh, Kalimantan Utara, dan Papua.
-
Waspada Angin Kencang: Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Peringatan Dini 5 September 2026
-
Waspada Hujan Sedang-Lebat: Aceh, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua.
-
Waspada Angin Kencang: Banten, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Barat.
"Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan," pesan BMKG, Rabu, 2 September 2026.

Ilustrasi. Medcom.id
Menurut BMKG, kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat juga dipersilakan melaporkan kejadian darurat melalui tautan pelaporan resmi di bit.ly/laporbencanabot.
"Laporan akan sangat membantu menjaga keselamatan bersama dan mengurangi risiko bencana. Kunjungi PetaBencana.id untuk memantau laporan bencana secara real-time," ujar BMKG.