Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring 2 Hari Antisipasi Abu Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Gubernur Lampung Instruksikan Sekolah Daring 2 Hari Antisipasi Abu Anak Krakatau

Lukman Diah Sari • 6 September 2026 17:55

Bandarlampung: Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengumumkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring bagi sekolah-sekolah di wilayahnya selama dua hari ke depan. Kebijakan darurat ini diambil untuk mengantisipasi paparan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Sekolah juga dalam dua hari ini, kami minta untuk melakukan pembelajaran secara daring," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Minggu, 6 September 2026, melansir Antara.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diberlakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan para siswa dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Selain meliburkan kegiatan belajar tatap muka, pemprov juga menghentikan seluruh aktivitas sekolah yang melibatkan ruang terbuka.

"Selain itu untuk seluruh kegiatan sekolah, terutama kegiatan yang dilakukan di luar ruangan termasuk olahraga dan upacara, semua dihentikan sementara," tegasnya.


Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberi keterangan terkait situasi terkini dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Bandarlampung, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Rahmat Mirzani menuturkan bahwa peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi atensi serius bagi pemerintah daerah demi melindungi keselamatan masyarakat luas.

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian kami semua, karena merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia bersama dengan Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-Laki, dan Gunung Sinabung," ucap dia.

Pihaknya memastikan seluruh perkembangan aktivitas vulkanik GAK akan terus dipantau secara ketat dan diperbarui secara berkala kepada publik.

"Kita telah melakukan pengamatan sejak Jumat tentang aktivitas yang terjadi di Gunung Anak Krakatau dan akan terus melakukan upaya mitigasi. Masyarakat diharapkan dapat mencari informasi berdasarkan sumber resmi terkait perkembangan ini dan tetap tenang," ujar dia.

(Lukman Diah Sari)