Jaringan Pemasok Senjata KKB di Jayapura Terbongkar, 5 Orang Jadi Tersangka

Satgas Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua menangkap delapan anggota jaringan pemasok senjata serta amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo. (Dokumentasi/istimewa)

Jaringan Pemasok Senjata KKB di Jayapura Terbongkar, 5 Orang Jadi Tersangka

Silvana Febiari • 14 March 2026 12:45

Jayapura: Satgas Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua menangkap delapan anggota jaringan pemasok senjata serta amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo. Aparat menyita barang bukti berupa senjata rakitan, ratusan amunisi, magazen, serta beberapa barang lain yang berkaitan dengan aktivitas para pelaku dalam operasi di Jayapura, Kamis, 12 Maret 2026. 

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Tujuannya untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus melakukan pengembangan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke wilayah Papua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata,” ujar Yusuf kepada wartawan, Sabtu, 14 Maret 2026.
 


Sementara Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat membahayakan keamanan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal seperti perdagangan senjata api dan amunisi karena hal tersebut dapat berdampak serius terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Faizal.

Di sisi lain, Wakaops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat keamanan dalam mencegah peredaran senjata ilegal.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran senjata ilegal,” ungkap Adarma.


Senjata rakitan, ratusan amunisi, magazen, serta beberapa barang lain yang disita aparat. (Dokumentasi/istimewa)


Pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif aparat keamanan terhadap peredaran senjata api ilegal yang diduga akan disalurkan KKB di wilayah pegunungan Papua. Dari delapan orang yang diamankan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara pada 13 Maret 2026.

Kelima tersangka tersebut yakni SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi. Kemudian OB (22) alias Bakuru yang diketahui sebagai penyumbang dana untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta rupiah.

Selain itu, YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta rupiah. Sementara M-K-M (39) berperan sebagai turut serta membantu mengantarkan dan mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.

Adapun tiga orang lainnya yang sebelumnya diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi. Perannya masih didalami oleh penyidik.

Dari hasil pengungkapan tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magazen senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.


Satgas Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua menangkap delapan anggota jaringan pemasok senjata serta amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yalimo dan Yahukimo. (Dokumentasi/istimewa)


Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, senjata api dan amunisi tersebut diduga akan disalurkan kepada KKB yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo guna memperkuat persenjataan mereka.

Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan atau pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi. Dana kemudian dikumpulkan secara bersama-sama untuk membeli persenjataan yang nantinya akan dibawa kembali ke wilayah operasi kelompok tersebut.

Saat ini, tim Satgas Operasi Damai Cartenz masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Aparat juga tengah memburu pihak lain yang diduga sebagai penyedia atau pemasok senjata, salah satu orang yang sudah diketahui identitasnya diduga memiliki peran penting dalam jaringan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)