Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Kritik Budaya Konfrontasi dan Militerisasi

Paus Leo XIV. (Anadolu Agency)

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian, Kritik Budaya Konfrontasi dan Militerisasi

Willy Haryono • 23 August 2026 19:44

San Marino: Paus Leo XIV menyerukan dialog, persahabatan, dan perdamaian di tengah meningkatnya konflik, polarisasi, serta perpecahan sosial di berbagai belahan dunia.

Paus Leo menyampaikan pesan tersebut saat mengunjungi negara mikro San Marino dan menghadiri pertemuan umat Katolik di Kota Rimini, Italia, pada Jumat lalu.

Berbicara di hadapan puluhan ribu peserta Rimini Meeting, Leo mengingatkan umat Katolik mengenai bahaya budaya konfrontasi dan militerisasi yang menurutnya semakin berkembang.

Ia memperingatkan munculnya budaya yang "mempersenjatai kembali pikiran, kata-kata, dan bangsa-bangsa."

Menurut Leo, umat Kristiani harus merespons kondisi dunia yang diwarnai perang, perpecahan, dan ketimpangan melalui belas kasih, perjumpaan, dialog, serta komitmen terhadap perdamaian.

"Perdamaian dibangun oleh orang-orang yang mencintai perjumpaan satu sama lain dan tidak takut untuk terlibat satu sama lain," kata Leo, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ia menekankan bahwa martabat manusia harus ditempatkan di atas perbedaan politik, sosial, maupun ideologis.

Dalam salah satu pernyataan terkuatnya mengenai ketegangan global sejak menjadi paus, Leo juga menyerukan agar umat Kristiani menolak pola pikir yang membagi manusia menjadi kelompok kawan dan musuh.

"Seharusnya tidak ada musuh," ujar Leo, seraya mengatakan bahwa bahkan orang yang berseberangan merupakan "saudara atau saudari yang harus dipandang dan ditemui dalam kebenaran."

Leo juga menyerukan kritik terhadap sistem yang dinilai berkontribusi terhadap kemiskinan, ketimpangan, dan konflik.

"Mari kita mengungkap struktur kekuasaan yang tidak adil yang menjadi akar kemiskinan, ketimpangan, perang, dan bencana lingkungan," katanya.

Ia juga meminta umat membebaskan dunia kerja dari "pemujaan terhadap keuntungan" serta menyerukan agar perkembangan teknologi "dilucuti" ketika berubah menjadi sesuatu yang invasif dan merusak.

Pesan tersebut disampaikan Leo dalam Rimini Meeting, forum budaya Katolik tahunan yang diselenggarakan gerakan Communion and Liberation. Forum tersebut mempertemukan umat Katolik dan berbagai tokoh untuk membahas persoalan sosial, budaya, serta politik.

Baca juga:  Paus Leo Kembali Serukan Penghentian Kekerasan terhadap Palestina di Tepi Barat

(Willy Haryono)