Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jawa Timur mengerahkan relawan untuk membantu penyintas gempa bumi bermagnitudo7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Istimewa
BSMI Buka Layanan Kesehatan untuk Penyintas Gempa NTT
Whisnu Mardiansyah • 20 August 2026 16:10
Ende: Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Jawa Timur mengerahkan relawan untuk membantu penyintas gempa bumi bermagnitudo7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim yang diterjunkan sejak 18 Agustus 2026 memberikan layanan kesehatan, pengobatan, serta bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.
Koordinator Tim BSMI Jawa Timur untuk Gempa NTT, Abdul Wahid Alfin, mengatakan relawan dikerahkan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa, terutama penyintas yang berada di lokasi pengungsian.
"Kami terus bergerak mendatangi lokasi pengungsian untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan. Selain layanan kesehatan dan pengobatan, kami juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak," ujar Abdul Wahid, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pada 18 Agustus 2026, tim BSMI Jawa Timur membuka posko kesehatan di Kabupaten Sikka. Pelayanan kemudian dilanjutkan di Pos Pengungsian Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat.
Sebanyak 82 pasien memperoleh layanan kesehatan dan pengobatan dalam kegiatan tersebut. Sejumlah keluhan yang banyak ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit kepala, diare, dan gatal-gatal.
Sehari kemudian, tim melanjutkan kegiatan kemanusiaan ke Kabupaten Ende. Pelayanan kesehatan diberikan di Pos Pengungsian Kelurahan Paopanda, Kecamatan Ende Selatan.
Di lokasi tersebut, sebanyak 45 penyintas mendapatkan layanan kesehatan dan pengobatan. Keluhan yang ditemukan antara lain sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan rematik. Secara keseluruhan, layanan kesehatan di dua lokasi pengungsian tersebut menjangkau 127 pasien.
Selain memberikan pelayanan medis, BSMI Jawa Timur menyalurkan bantuan sembako kepada penyintas gempa di pos pengungsian Kabupaten Ende. Bantuan kebutuhan pokok tersebut diberikan kepada 130 kepala keluarga (KK).
Abdul Wahid mengatakan kondisi di lokasi pengungsian memperlihatkan kebutuhan warga tidak hanya terkait layanan kesehatan. Kebutuhan pangan dan keperluan sehari-hari juga masih diperlukan selama masa tanggap darurat.

Sejumlah warga penyintas gempa bumi menempati tenda terpal di Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat. Foto: ANTARA/HO-BNPB.
"Di lapangan kami melihat kebutuhan warga cukup beragam. Karena itu, tim tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga menyalurkan bantuan sembako agar kebutuhan dasar para penyintas dapat terbantu," jelasnya.
BSMI Jawa Timur akan melanjutkan pemantauan terhadap kondisi penyintas serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan bentuk bantuan berikutnya. Pelayanan di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan di lokasi pengungsian.
Relawan BSMI Jawa Timur di Sikka dan Ende menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat NTT selama masa tanggap darurat pascagempa. Tim memberikan pelayanan kesehatan, pengobatan, dan bantuan kebutuhan pokok dengan mendatangi langsung lokasi para penyintas.