Masyarakat Bener Meriah, Aceh bersama unsur pemerintahan saat mengikuti apel kebangsaan Indonesia damai, di Bener Meriah, Aceh, Senin (24/8/2026). ANTARA/HO-Korem Lilawangsa
Ribuan Warga Bener Meriah Teguhkan Komitmen Menjaga Persatuan NKRI
Whisnu Mardiansyah • 24 August 2026 23:29
Bener Meriah: Ribuan masyarakat Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai yang digelar pemerintah daerah setempat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan persatuan dan kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apel bertajuk “Bersatu dalam Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Bangsa” itu berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa Blang Sentang, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin, 24 Agustus 2026.
Bupati Bener Meriah Tagore Abu Bakar mengatakan semangat mempertahankan kemerdekaan di masa kini diwujudkan melalui upaya menjaga persatuan, kerukunan, keamanan, dan semangat gotong royong.
"Mempertahankan kemerdekaan di Bener Meriah bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan menjaga persatuan, kerukunan, keamanan dan gotong royong," kata Tagore dalam sambutannya di Bener Meriah, seperti dilansir Antara, Senin, 24 Agustus 2026.
Tagore menyampaikan keberagaman suku, bahasa, adat, dan agama merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus menjadi kekuatan bangsa di bawah naungan Merah Putih.
Ia mengajak masyarakat terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dan menjaga kedamaian di Tanoh Gayo atau dataran tinggi Aceh. Menurutnya, kondisi tersebut diperlukan untuk mendukung pembangunan daerah menuju kehidupan yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Tagore juga mengingatkan kembali sejarah Radio Rimba Raya sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di mata dunia. Selain itu, sejarah Reje Linge dinilai perlu terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai sumber inspirasi.
“Merah Putih tidak cukup hanya kita kibarkan di tiang, tetapi harus selalu berkibar di hati dan tercermin dalam setiap pengabdian kita kepada daerah dan bangsa,” ujar Tagore.
Dalam kesempatan yang sama, Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengajak generasi penerus bangsa tidak mudah terpengaruh isu yang berpotensi memicu perpecahan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghargai perjuangan para pahlawan dengan menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Kita harus bersyukur dan mengingat kembali pengorbanan para pahlawan. Sebagai penerus bangsa, seyogyanya kita harus setia dan mempertahankan Pancasila serta UUD 1945," katanya.
Ali Imran meminta masyarakat memedomani Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penerapan ketentuan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kedaulatan NKRI dari berbagai bentuk ancaman.
"Mari kita berkontribusi nyata dengan mengisi kemerdekaan ini melalui kegiatan positif lewat pendidikan, integritas, dan karya di era modern," demikian Brigjen TNI Ali Imran.