Pendidikan Vokasi dan Industri Bersinergi Siapkan Lulusan SMK

KEK Industropolis Batang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melakukan penandatanganan PKS tentang penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan SMK. Foto: dok KEK Industropolis Batang.

Pendidikan Vokasi dan Industri Bersinergi Siapkan Lulusan SMK

Husen Miftahudin • 21 August 2026 14:24

Jakarta: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan dalam kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang. Kerja sama ini menjadi tindak lanjut Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ditandatangani pada 19 Agustus 2025 terkait kerja sama pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Tengah.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia agar memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang Angga Arie Saputra mengatakan kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan kawasan industri.

"Melalui Program NGOPENI SMK, kami ingin memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan industri agar peserta didik dapat lebih mengenal kebutuhan dunia kerja sejak di bangku sekolah," ungkap Angga seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.

Menurut dia, kolaborasi tersebut mendorong keterlibatan yang lebih konkret melalui pembekalan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Peserta didik juga diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang pendidikan, tetapi memahami disiplin, tanggung jawab, dan budaya kerja serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Sadimin menekankan pentingnya menyiapkan lulusan SMK agar mampu memasuki dunia kerja secara langsung. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan karakter sekaligus peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Penguatan karakter kerja dalam kerja sama ini mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.

Hal tersebut sejalan dengan pandangan Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh. Ia menilai kompetensi peserta didik perlu mengikuti perkembangan dunia industri dan tidak bersifat monoton. Selain kompetensi teknis, peserta didik dinilai perlu memperoleh pembekalan karakter dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan serta perkembangan zaman.
 



(Kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang. Foto: dok KEK Industropolis Batang)
 

Industri dilibatkan dalam pendidikan vokasi


Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelarasan materi pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja, fasilitasi kunjungan ke pabrik dan industri, serta pelibatan praktisi industri sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik.

Para pihak juga dapat memfasilitasi pelatihan, pembekalan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, praktik kerja lapangan, serta kegiatan lain sesuai dengan program dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diarahkan untuk mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus memberikan pengalaman yang lebih relevan kepada peserta didik sebelum memasuki dunia kerja.

Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan pentingnya keterhubungan pendidikan kejuruan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri. Menurut dia, kurikulum SMK perlu bersifat adaptif dan dinamis serta terintegrasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan industri. Penyelarasan tersebut diperlukan agar pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja.

Sinergi penyiapan calon tenaga kerja juga menjadi bagian dari kerja sama KEK Industropolis Batang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Melalui koordinasi dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik dan lulusan dapat memperoleh informasi lowongan pekerjaan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, proses seleksi, hingga fasilitasi penempatan kerja.

Proses rekrutmen yang difasilitasi melalui kerja sama tersebut diarahkan berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, dan nondiskriminatif serta tanpa pungutan kepada pelamar.

Melalui Program NGOPENI SMK, lulusan diharapkan memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja dengan dukungan karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi. Bekal tersebut juga diarahkan untuk membantu lulusan menghadapi tantangan, bertahan, dan berkembang di lingkungan industri.

(Husen Miftahudin)