Hari ke-11 Gempa NTT, BNPB Catat Korban Tewas Jadi 103 Jiwa

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/8). Dokumentasi BNPB

Hari ke-11 Gempa NTT, BNPB Catat Korban Tewas Jadi 103 Jiwa

Lukman Diah Sari • 25 August 2026 16:28

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ke-11 pascagempa atau Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 103 jiwa.

"Pada hari ini tercatat ada penambahan tiga jiwa meninggal, jadi total 103 orang berdasarkan catatan kami," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. Panjaitan, dalam siaran persnya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurut catatan BNPB, sebaran korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Timur 34 jiwa, dan sisanya tersebar di Kabupaten Nagekeo serta kabupaten lainnya.


Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. Panjaitan. (tangkapan layar) 

Berton memerinci korban meninggal dunia dalam persentase sebagai berikut:

  • Berdasarkan Jenis Kelamin: Laki-laki (45%) dan Perempuan (55%).

  • Berdasarkan Kelompok Umur: Lansia (45%), Dewasa (37%), Anak dan Remaja (12%), serta sisanya merupakan balita dan batita.

Sementara itu, angka korban luka-luka juga mengalami penambahan sebanyak 66 orang, sehingga totalnya mencapai 1.666 orang. Dia mengungkap sebaran korban luka terbanyak meliputi:
  • Kabupaten Manggarai Timur: 239 orang luka berat dan 404 orang luka ringan.

  • Kabupaten Manggarai: 58 orang luka berat dan 474 orang luka ringan.

Ribuan Gempa Susulan

Memasuki hari ke-11 pascagempa utama bermagnitudo (M) 7,7, aktivitas gempa susulan (*aftershock*) dilaporkan telah mencapai 7.029 kejadian. Ratusan di antaranya bahkan terjadi hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

"Sejak Senin, 24 Agustus kemarin hingga hari ini, terdapat 141 gempa susulan," ungkap Berton. Ia menyebutkan bahwa rentetan gempa susulan ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga tiga pekan pascagempa utama. Tingginya intensitas kegempaan tersebut turut memicu lonjakan jumlah pengungsi di berbagai titik.

"Hingga saat ini kami terus menerima tambahan pengungsi. Sangat dapat dipahami bahwa gempa susulan ini menimbulkan kepanikan dan trauma bagi warga," tutupnya.

(Lukman Diah Sari)