Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau progres pembangunan Bendungan Bagong. Foto: dok PTPP.
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, PTPP Kebut Pembangunan Bendungan Bagong
Husen Miftahudin • 1 May 2026 13:53
Jakarta: PT PP (Persero) Tbk atau PTPP menegaskan komitmen dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat ketahanan air, ketahanan pangan, serta pengendalian banjir di wilayah selatan Jawa Timur (Jatim), sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jatim, juga menyampaikan pentingnya percepatan penyelesaian proyek agar manfaat Bendungan Bagong dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya petani dan warga Trenggalek.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran pembangunan.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan progres positif proyek ini merupakan hasil dari perencanaan matang, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi yang solid antarseluruh pemangku kepentingan.
"PTPP berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Bendungan Bagong tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan keberlanjutan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan air dan peningkatan produktivitas pertanian," ucap Joko dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
| Baca juga: Konstruksi Dikebut, Pembangunan Sekolah Rakyat Dipastikan Kelar Tepat Waktu |

(Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau progres pembangunan Bendungan Bagong. Foto: dok PTPP)
Progres proyek capai 59,49%
Adapun proyek pembangunan Bendungan Bagong Paket III yang dikerjakan PTPP memiliki nilai kontrak sebesar Rp402,31 miliar dengan masa pelaksanaan selama 1.473 hari kalender, terhitung sejak 20 Desember 2024. Hingga saat ini, progres proyek telah mencapai 59,49 persen, dari target sebesar 56,56 persen mencerminkan kinerja proyek yang berjalan lebih cepat dari rencana.
Bendungan Bagong sendiri memiliki kapasitas tampung sebesar 17,4 juta meter kubik yang diproyeksikan mampu menyuplai air irigasi bagi 977 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Bagong. Selain itu, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik serta berperan dalam pengendalian banjir di wilayah Kabupaten Trenggalek.
Dalam pelaksanaannya, proyek Bendungan Bagong menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks, terutama karena konstruksi bendungan bertumpu pada lapisan koluvial yang memerlukan rekayasa engineering khusus untuk memastikan stabilitas dan keamanan struktur. Untuk mengatasi tantangan tersebut, PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efektivitas pekerjaan serta menjaga standar keselamatan kerja.
"PTPP berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia," tegas Joko.