Apel persiapan pengamanan Hari Buruh di Mapolres Bangkalan, Jawa Timur, Kamis, 30 April 2026. ANTARA/HO-Polres Bangkalan
Amankan Hari Buruh, Polres Bangkalan Libatkan Komunitas Ojol hingga Kades
Silvana Febiari • 30 April 2026 18:28
Bangkalan: Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan, Jawa Timur melibatkan komunitas ojek daring, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan para kepala desa (kades) untuk mengamankan peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026. Kolaborasi lintas elemen ini bertujuan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa keamanan wilayah dapat terwujud secara kondusif sesuai harapan.
"Pelibatan ojol (ojek online), ormas dan para kepala desa ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa keamanan di wilayah ini akan terjadi sesuai harapan dengan peran aktif semua elemen," kata Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Polisi Wibowo usai memimpin Apel Pengamanan Sabuk Kamtibmas 2026 di halaman Mapolres Bangkalan, dilansir dari Antara, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Wibowo, apel yang digelar di seluruh jajaran Polda Jatim itu menjadi bentuk nyata kolaborasi antara polisi dan masyarakat untuk menjaga keamanan. "Ini juga merupakan instruksi dari Kapolda, untuk apel bersama dengan tokoh masyarakat menjelang Hari Buruh 1 Mei 2026 besok,” ungkapnya.
Selain melibatkan ojek daring dan kepala desa, apel pengamanan ini turut diperkuat oleh kehadiran ormas Banser serta Ansor. Personel dari perguruan silat Pagar Nusa dan PSHT juga ikut bersiaga guna memastikan situasi tetap kondusif.
Menjelang peringatan Hari Buruh, Kapolres meminta semua elemen masyarakat mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan jika dirasa ada potensi gangguan yang dapat mengusik ketertiban masyarakat.
"Kami juga meminta semua elemen masyarakat yang ada di Bangkalan bekerja sama, utamanya untuk menjaga keamanan," tuturnya.

Apel persiapan pengamanan Hari Buruh di Mapolres Bangkalan, Jawa Timur, Kamis, 30 April 2026. ANTARA/HO-Polres Bangkalan
Wibowo juga meminta kepala desa untuk terlibat aktif. Menurut data di Maporles, dalam beberapa bulan terakhir di Bangkalan marak terjadi aksi pencurian dengan kekerasan.
"Jika semua elemen kompak, kami yakin keamanan akan kondusif sesuai harapan, dan tindak kejahatan bisa dikendalikan," ujarnya.