Ilustrasi persatuan masyarakat Indonesia. Foto: Istimewa
Pemuda sebagai Pilar Bangsa Mesti Berkontribusi Jaga Stabilitas
M Sholahadhin Azhar • 13 April 2026 16:51
Jakarta: Seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, mesti berkontribusi menjaga stabilitas nasional. Jangan sampai, generasi muda malah terprovokasi isu-isu yang berkembang di ruang publik.
“Masyarakat khususnya pemuda sebagai pilar bangsa harus mampu menjadi penyejuk di tengah situasi yang berkembang. Jangan sampai terjebak dalam arus informasi yang belum tentu benar dan justru memicu perpecahan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama, dikutip dari Antara, Senin, 13 April 2026.
Menurut Haris, pemuda mesti memastikan dinamika demokrasi harus tetap berjalan dalam koridor konstitusi. Narasi yang bersifat provokatif dan berpotensi memecah persatuan bangsa, tak boleh diberi ruang.
Haris menyebut, persatuan masyarakat merupakan dukungan konkret bagi pemerintah. Apalagi, saat ini program prioritas pemerintah tengah dikebut.
"Pemerintahan Presiden Prabowo sedang running dan mengakselerasi program prioritasnya di tengah gejolak geopolitik global," kata Haris.
Lebih lanjut, Haris mengajak seluruh jajaran KNPI di tingkat pusat hingga daerah lebih aktif. Terutama, mengampanyekan pentingnya persatuan dan kesatuan, serta memperkuat solidaritas kebangsaan.
“KNPI memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan NKRI. Kami mengajak seluruh kader dan elemen pemuda untuk terus menyuarakan semangat persatuan,” kata dia.

Ketum DPP KNPI, Haris Pertama. Foto: Istimewa
Haris juga menegaskan pentingnya dukungan terhadap program pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keberhasilan pembangunan memerlukan stabilitas politik dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.
“Pemuda harus menjadi kekuatan konstruktif yang menjaga arah pembangunan bangsa. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” ucap Haris.
Ia pun berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai isu secara bijak. Serta, tetap mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau golongan.
"Kita mesti lebih bijak menyikapi berbagai isu provokatif dan tetap mengedepankan kepentingan bangsa", kata Haris.