Prabowo: Indonesia Negara Paling Aman jika Perang Dunia III Terjadi

Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta/kye.

Prabowo: Indonesia Negara Paling Aman jika Perang Dunia III Terjadi

Fachri Audhia Hafiez • 8 April 2026 20:51

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling aman di dunia dalam menghadapi berbagai guncangan global, termasuk potensi ancaman Perang Dunia III. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara di hadapan jajaran menteri, pejabat eselon I, serta direktur utama BUMN dalam rapat kerja di Istana Kepresidenan.

"Kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas loh. Sekarang kalau ke Bali, lihat itu berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ," ujar Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.
 


Menurut Presiden, indikator keamanan Indonesia terlihat nyata dari banyaknya warga negara Rusia dan Ukraina yang memilih menetap di Bali demi menghindari konflik di negara asal mereka. 

Sebagai langkah strategis untuk melayani para warga asing dan investor yang mencari perlindungan finansial, pemerintah berencana membangun pusat keuangan khusus (special financial center).

Prabowo mengungkapkan bahwa pembangunan pusat keuangan ini merupakan saran dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Bali diproyeksikan menjadi lokasi utama karena telah menjadi destinasi favorit para pelancong mancanegara, termasuk mereka yang berasal dari kawasan konflik.

"Sekarang uang-uang yang di Timur Tengah dia mau ke mana? Negara mana yang tidak perang, sekarang kasih tahu? Indonesia salah satu yang paling diminati," ucap Presiden.


Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/aa.

Pusat keuangan ini nantinya akan menawarkan berbagai insentif pajak menarik dan regulasi yang lebih ringan guna menarik modal dari negara-negara di Timur Tengah maupun wilayah lain yang tengah dilanda ketidakpastian keamanan. Ketahanan ekonomi dan keramahan masyarakat Indonesia menjadi modal utama dalam menarik minat investor global.

Melihat potensi besar tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kerja keras dan ketelitian dari seluruh aparatur negara. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi ego sektoral antar-kementerian atau lembaga agar visi pembangunan nasional dapat tercapai secara maksimal.

"Karena itu lah saya kumpulkan rapat kerja ini supaya nanti kita satu, satu bahasa, satu rencana kerja. Tidak boleh ada pemikiran sektoral, tidak ada yang boleh satu departemen, satu kementerian, satu institusi, memikirkan institusinya sendiri. Kita harus kerja sama," ujar Kepala Negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)