165 KK di Nagan Raya Masih Terisolasi Akibat Jembatan Penghubung Putus

Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan didampingi Wakil Bupati Raja Sayang (kiri) dan unsur Forkopimda. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar

165 KK di Nagan Raya Masih Terisolasi Akibat Jembatan Penghubung Putus

Whisnu Mardiansyah • 5 March 2026 08:30

Nagan Raya: Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, memastikan sebanyak 165 kepala keluarga (KK) di Dusun Blang Tripa, Desa Alue Waki, Kecamatan Darul Makmur, masih terisolasi hingga saat ini. Penyebabnya, satu unit jembatan rangka baja yang membentang di aliran sungai setempat putus setelah dihempas banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 lalu.

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, mengatakan ketergantungan ekonomi masyarakat berada di seberang sungai. Di sana terdapat banyak sumber ekonomi warga, yaitu tanaman kelapa sawit. Ia pun berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan yang putus tersebut.

"Kita berharap pemerintah segera membangun jembatan yang putus ini, karena ketergantungan ekonomi masyarakat ada di seberang sungai, di sana banyak terdapat sumber ekonomi masyarakat yaitu tanaman kelapa sawit," kata Bupati seperti dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
 

Akibat putusnya jembatan, akses transportasi bagi 165 KK di wilayah tersebut masih terganggu. Ekonomi warga pun terhambat karena tidak leluasa memanen kelapa sawit yang menjadi sumber pendapatan utama keluarga.

Jembatan rangka baja yang putus tersebut memiliki bentang panjang mencapai 120 meter dengan lebar sekitar 5 hingga 6 meter. Selama ini, jembatan itu menjadi sarana transportasi utama bagi masyarakat.

Saat ini, warga Desa Alue Waki terpaksa menggunakan perahu bermesin untuk bisa keluar dari desa menuju pusat kecamatan atau kabupaten.


Kondisi permukiman masyarakat rusak parah di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Antara Foto

Bupati Teuku Raja Keumangan berharap pemerintah pusat segera membangun jembatan yang rusak akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Sebelumnya, Pemkab Nagan Raya mencatat sebanyak 1.807 rumah warga di tiga kecamatan, yaitu Beutong Ateuh Banggalang, Darul Makmur, dan Tripa Makmur, mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 487 rumah dilaporkan rusak berat, 283 rumah rusak sedang, dan 1.043 rumah rusak ringan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)