23 Titik Panas Muncul di Sumatra Utara

Ilustrasi kebakaran hutan. (Medcom.id)

23 Titik Panas Muncul di Sumatra Utara

Silvana Febiari • 7 March 2026 21:40

Medan: Sebanyak 23 titik panas muncul di berbagai wilayah di Sumatra Utara. Data ini diungkap Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berdasarkan pantauan satelit.

"Titik panas tersebut terpantau berdasarkan pantauan sensor medis, yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP, dan NOAA20," kata Prakirawan BBMKG wilayah I, Putri Afriza, dikutip dari Antara, Sabtu, 7 Maret 2026. 

Ke-23 titik panas tersebut masing-masing terpantau berada di Kabupaten Dairi satu titik, Karo lima titik, Labuhanbatu sembilan titik, Labuhanbatu Utara tiga titik, Nias satu titik, Nias Selatan dua titik, Samosir satu titik, dan Simalungun terdapat satu titik.
 


"Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan demi mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan," ujar dia.

Sementara Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra menyebutkan sejumlah perairan di Sumatra Utara berpotensi diterjang gelombang tinggi yang dapat terjadi mulai 8 hingga 11 Maret 2026.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Batu.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (metrotvnews.com)


Pola angin di wilayah Pesisir Timur Sumatra Utara umumnya bergerak dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 4–12 knot. Sementara di Pesisir Barat Sumatra Utara, angin bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–15 knot.

Nelayan yang menggunakan perahu diimbau untuk waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Peringatan ini juga berlaku bagi kapal tongkang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)