Urbanisasi Tak Bisa Dihentikan, TOD Dinilai Jawaban Kota Masa Depan

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Istimewa.

Urbanisasi Tak Bisa Dihentikan, TOD Dinilai Jawaban Kota Masa Depan

Anggi Tondi Martaon • 25 July 2026 10:27

Jakarta: Peningkatan urbanisasi menjadi tantangan besar bagi pembangunan Indonesia. Transit Oriented Development (TOD) merupakan strategi utama untuk memastikan kota-kota Indonesia tetap produktif, layak huni, dan berkelanjutan.

Dalam acara Groundbreaking TOD Summarecon Stasiun Ekstensi Bekasi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa proporsi penduduk perkotaan akan terus meningkat hingga sekitar 70 persen pada masa mendatang. Tanpa perencanaan yang baik, urbanisasi akan memicu kemacetan, penurunan kualitas lingkungan, banjir, polusi udara, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.

"Kota-kota maju di dunia semuanya berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung. TOD adalah masa depan kita untuk menghadirkan kota yang sehat, produktif, dan mampu menjawab tantangan urbanisasi," kata AHY melalui keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut AHY, TOD tidak boleh dimaknai hanya sebagai pembangunan kawasan di sekitar stasiun. Konsep ini harus mengintegrasikan transportasi publik, tata ruang, kawasan hunian, pusat ekonomi, hingga ruang publik.

TOD juga harus terintegrasi dengan fasilitas pejalan kaki dan pesepeda. Sehingga, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan mobilitas yang efisien dan ramah lingkungan.

"Yang terpenting adalah integrasi berbagai fungsi kota sehingga benar-benar memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat," ujar AHY.

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Istimewa.

Ia menambahkan, Bekasi memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Jabodetabek. Oleh sebab itu, keberhasilan TOD Bekasi diharapkan menjadi best practice nasional dalam membangun kota yang terhubung dan rendah emisi.

"Derta mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat," ujar AHY.

(Anggi Tondi)