Haji Asal Merangin Jambi Meninggal di Makkah akibat Gagal Ginjal Akut

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Merangin wafat di Tanah Suci Makkah akibat gagal ginjal akut. ANTARA/HO-Humas Kemenhaj Provinsi Jambi.

Haji Asal Merangin Jambi Meninggal di Makkah akibat Gagal Ginjal Akut

Whisnu Mardiansyah • 12 June 2026 11:12

Jambi: Seorang jemaah haji asal Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, bernama Jafri S Salim, 49, meninggal dunia di Al Noor Specialist Hospital, Makkah, pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 18.38 waktu Arab Saudi (WAS). Penyebab kematiannya adalah gagal ginjal akut.

Jemaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Ar-Raudhah ini mengembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis intensif.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang meliputi USG dan laboratorium, dokter spesialis menyimpulkan adanya masalah serius pada ginjal pasien. Penanganan lebih lanjut harus segera dipindahkan ke Al Noor Specialist Hospital Makkah, termasuk dilakukan tindakan cuci darah," kata petugas medis Fuji Ramadhani melalui keterangan di Jambi, seperti dilansir Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

Berdasarkan laporan tim medis, penurunan kesehatan almarhum tercatat dimulai pada akhir Mei 2026. Jafri S diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus sejak masih di tanah air.

Awalnya, almarhum sempat dirujuk dari Pos Kesehatan Sektor 3 Makkah ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pada 31 Mei 2026. Ia mengalami gejala sesak napas, batuk, dan pembengkakan di seluruh tubuh.
 


Setelah melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium, USG, dan rontgen oleh dokter spesialis penyakit dalam di KKHI, ditemukan adanya gangguan serius pada organ ginjal almarhum.

Demi mendapatkan penanganan yang lebih memadai, pihak medis memutuskan untuk merujuk Jafri S ke Al Noor Specialist Hospital pada 1 Juni 2026.

Selama masa perawatan di rumah sakit Arab Saudi tersebut, kondisi klinis almarhum sempat berfluktuasi. Keluhan batuk dan bengkak di seluruh tubuh belum mereda. Pada 7 Juni 2026, tim medis melakukan tindakan cuci darah sesuai dengan anjuran dokter spesialis yang menangani.

Namun, kondisi kesehatan almarhum justru mengalami penurunan kesadaran yang signifikan pada periode 8 hingga 10 Juni 2026. Ia akhirnya harus dipindahkan ke ruang ICU untuk perawatan intensif.


Ilustrasi pelepasan haji di Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru menuju Embarkasi Haji Batam Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Bandara SSK II Pekanbaru

Setelah segala upaya medis dilakukan, almarhum dinyatakan wafat dengan diagnosis akhir Acute Kidney Failure (gagal ginjal akut) dan Pulmonary Oedema (penumpukan cairan di paru-paru).

Sebelum kondisi kesehatannya memburuk dan mendapatkan perawatan, almarhum tercatat sempat menunaikan ibadah umrah wajib sebanyak satu kali. Almarhum Jafri S telah tiba di Tanah Suci sejak 13 Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah satu jemaah asal Jambi.

"Semoga almarhum husnul khatimah, amal ibadahnya diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiin Ya Rabb," kata Wahyudi.

(Whisnu M)