BTN Sudah Salurkan 6 Juta KPR Subsidi, Sasar Masyarakat Desil 3

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. Foto: dok BTN.

BTN Sudah Salurkan 6 Juta KPR Subsidi, Sasar Masyarakat Desil 3

Ade Hapsari Lestarini • 24 May 2026 21:31

Yogyakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) sebanyak enam juta unit untuk masyarakat kategori desil 3.

 
Sebagaimana diketahui, desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat yang berada di urutan ke 21 persen hingga 30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program bantuan pemerintah, Desil 3 dikategorikan sebagai kelompok hampir miskin.
 
"Kalau desil 3 KPR subsidi di BTN ada enam juta rumah dari awal program," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam acara Jogja Financial Festifal di Jogja Expo Centar (JEC) Yogyakarta, dikutip Minggu, 25 Mei 2026.
 
Menurut Nixon, perusahaan berkode emiten BBTN itu mempunyai dua strategi dalam menyalurkan kredit perumahan, yaitu, melalui program KPR subsidi, dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah.
 
Program KPR subsidi memang dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR. Sementara bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
 
"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi max income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," jelas dia.
 
Adapun tahun ini, kata Nixon, program BSPS disebut menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. "Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20 juta-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga," kata dia.

 

Pemerintah kaji skema tenor KPR hingga 40 tahun

 
Nixon menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.
 
"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," sebutnya.
 
Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersebtuh akses pembiayaan bank.. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.
 
Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.
 
"Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usaia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile ga sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking acc. Menurut saya jumlah KPR ditakeover user mobile," ungkapnya.
 
"Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked," tutupnya.

(Ade Hapsari Lestarini)