Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews/Muhamad Iqbal Sidiq
24 Ribu CCTV Bakal Awasi Kota Jakarta dari Begal dan Tawuran
Muhammad Iqbal Sidiq • 19 May 2026 13:49
Jakarta: JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya segera mengintegrasikan sekitar 24.000 kamera pengawas (CCTV) di Ibu Kota. Langkah ini diambil sebagai sistem deteksi dini untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang meresahkan warga.
"Jadi untuk begal, kami kemarin kan sudah menyampaikan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, ada kurang lebih 24.000 CCTV yang diintegrasikan nantinya," ungkap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai meresmikan Kantor Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026.
Pramono menjelaskan, puluhan ribu CCTV tersebut akan menjadi instrumen pemantauan terpusat bagi pemerintah daerah dan aparat kepolisian. Sistem yang terintegrasi ini dirancang untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan mempercepat respons penindakan aparat di lapangan.
.jpg)
Ilustrasi CCTV. Foto: MI/Pius
Dengan adanya pengawasan terpadu secara real-time, berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diharapkan dapat langsung diidentifikasi dan ditindak tegas.
"Dan itu juga menjadi sumber awal untuk mendeteksi kalau kemudian ada begal, tawuran, dan sebagainya. Jadi nanti akan ditangani bersama-sama antara Pemerintah DKI Jakarta dengan Polda Metro Jaya," pungkas Pramono.