Gubernur Banten Andra Soni (tiga dari kiri). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Ditutup
Lukman Diah Sari • 17 September 2026 18:57
Pandeglang: Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Gubernur Banten, Andra Soni, mengumumkan langsung penutupan operasi SAR gabungan itu di Posko Utama, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis petang, 17 September 2026.
"Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan," kata Andra, melansir Antara.
Hingga hari ini, tim tidak berhasil menemukan objek pencarian meskipun telah melibatkan 523 personel. Penyisiran gabungan tersebut mencakup area darat, laut, hingga udara dengan jangkauan luas mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.
Tim SAR sebelumnya sempat menemukan 13 objek material terapung di laut. Namun, setelah diverifikasi oleh Ditpolairud Polda Banten, dipastikan seluruhnya tidak terhubung dengan fisik maupun kelengkapan KM Arupadatu I.

Tim SAR memantau peta operasi pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/ZUBI MAHROFI.
Kendati operasi dihentikan, pemerintah daerah dan Basarnas memastikan proses pencarian evakuasi dapat kembali dibuka sewaktu-waktu jika ditemukan petunjuk baru atau ada laporan valid dari masyarakat.
Gubernur Banten juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim SAR gabungan dan insan pers yang konsisten mengawal operasi kemanusiaan tersebut.
"Semoga kita mendapatkan informasi yang bisa kita tindak lanjuti dan terimakasih kepada rekan media yang 10 hari ini terus membantu operasi ini," ujar Andra.