Kualitas Udara di Bandara Soetta Belum Aman, Calon Penumpang Diimbau Pakai Masker

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono melakukan peninjauan dan pemantauan kualitas udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Kualitas Udara di Bandara Soetta Belum Aman, Calon Penumpang Diimbau Pakai Masker

Hendrik Simorangkir • 9 September 2026 15:40

Tangerang: Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memantau langsung kualitas udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Hasil pengukuran menunjukkan kadar particulate matter (PM) di sejumlah titik masih berada di atas ambang normal.

"Artinya bahwa mungkin kalau untuk otoritas bandara itu menggunakan paper test untuk keamanan penerbangan, tapi ternyata particulate matter (PM) untuk kesehatannya masih tinggi. Tadi kita lihat angkanya 6.1, batasnya itu 2.5 particulate matternya," ujar Dante, Rabu, 9 September 2026.

Dante mengatakan pengukuran kualitas udara dilakukan di sejumlah lokasi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Kesehatan mengerahkan Balai Karantina Kesehatan untuk melakukan pemantauan di beberapa titik yang terdampak. Pemantauan kualitas udara tersebut akan dilakukan secara berkala hingga kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau mereda.

"Jadi ini kita rutin tiap hari kita lakukan pengukuran, bahkan sehari bisa 2-3 kali. Ini akan kita terus pantau dan kita ikuti terus kondisi erupsi perkembangan hingga mereda," kata Dante.

Dante menyampaikan setiap bandara di Indonesia memiliki kewajiban melaporkan hasil pengukuran particulate matter. Menurut dia, paparan abu vulkanik juga mulai memberikan dampak langsung terhadap penumpang maupun masyarakat.
 


"Jadi kita melakukan pengukuran yang dipresentasikan oleh Pusat Krisis Kesehatan, dan kelihatan bahwa angka kejadian penyakit infeksi saluran pernapasan di 2026 itu lebih tinggi dibandingkan 2025 pada periode yang sama. Kita ukur di beberapa tempat, itu dampak langsung yang terasa dan kita evaluasi. Apa yang kita lakukan? Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga paparan ini supaya tidak menjadi masalah kesehatan," jelas Dante.

Dante mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan di luar ruangan untuk menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan partikulat di udara.

"Stay at home, kemudian menggunakan masker, kalau ada gejala datang ke fasilitas kesehatan. Gejalanya seperti apa? Sesak napas, kemudian asmanya kambuh, kemudian kelompok rentan seperti orang tua, anak-anak, orang yang punya penyakit tertentu yang berat, itu juga kita harapkan untuk selalu menggunakan masker," ungkap Dante.


Suasana di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Dokumentasi/ Istimewa.

(Whisnu M)