Puluhan Ribu Warga Norwegia Iringi Pemakaman Raja Harald V di Oslo

Warga memenuhi jalanan di Kota Oslo, untuk berikan penghormatan terakhir untuk Raja Harald V. Foto: NTB

Puluhan Ribu Warga Norwegia Iringi Pemakaman Raja Harald V di Oslo

Muhammad Reyhansyah • 10 September 2026 15:51

Oslo: Puluhan ribu warga memadati jalan-jalan di Oslo untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Raja Harald V dalam rangkaian upacara pemakaman yang menandai berakhirnya 13 hari masa berkabung nasional di Norwegia pada Rabu, 9 September 2026.

Peti jenazah Harald V diusung di atas kereta artileri yang dihiasi bendera kerajaan Norwegia dan bunga putih, dalam prosesi berjalan kaki dari Istana Kerajaan menuju Katedral Oslo. Tembakan salvo 21 kali dilepaskan dari Benteng Akershus saat iring-iringan melintas.

Raja Haakon VIII, yang menggantikan ayahnya setelah Harald wafat, berjalan dalam prosesi bersama anggota keluarga kerajaan lainnya. Jenazah Harald kemudian dibawa ke Benteng Akershus untuk dimakamkan di ruang bawah tanah kerajaan dalam upacara tertutup.

Upacara pemakaman di Katedral Oslo dihadiri keluarga kerajaan dan kepala negara serta pejabat dari lebih dari 20 negara, termasuk Pangeran William dan Putri Anne dari Inggris, Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol, keluarga kerajaan Swedia, Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark, serta Kaisar Jepang yang diwakili Putra Mahkota Akishino.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga hadir dalam upacara tersebut.


Raja Hakoon (depan) bersama Raja Swedia Carl XVI Gustaf (kiri) dan Raja Frederik X dari Denmark. Foto: EPA


Ketua Parlemen Norwegia Masud Gharahkhani mengenang Harald sebagai raja yang dekat dengan rakyat dan "tidak takut menemui rakyatnya dengan sepatu bot karetnya".

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre mengatakan Harald mampu menjaga keseimbangan antara menjalankan peran sebagai raja dan tetap dekat dengan masyarakat.

"Dia membuat Norwegia menjadi lebih besar. Dia berbicara tentang sebuah 'kita' di Norwegia, tempat semua orang saling menjaga," kata Støre, dikutip dari The Guardian, Kamis, 10 September 2026.

Setelah upacara, empat jet tempur F-35 terbang melintas di atas katedral. Salah satu pesawat kemudian memisahkan diri sebagai simbol kepergian sang raja.

Polisi Norwegia mengatakan pengamanan pemakaman menjadi operasi terencana terbesar dalam sejarah kepolisian negara tersebut. Lebih dari 46.000 warga telah memberikan penghormatan dengan melihat peti jenazah Harald selama sepekan terakhir.

Harald V wafat bulan lalu pada usia 89 tahun setelah lebih dari tiga dekade memimpin Norwegia. Meski monarki sempat menghadapi sejumlah kontroversi, jajak pendapat untuk penyiar publik NRK menunjukkan 72 persen warga Norwegia masih mendukung sistem kerajaan.

(Fajar Nugraha)