Personel TNI dan militer Amerika Serikat melakukan persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (drone) dalam rangkaian Super Garuda Shield 2026 di lapangan tembak Puslatpur Kodiklat TNI AD, Martapura. Foto: ANTARA/HO-Puspen TNI.
TNI dan Militer AS Matangkan Latihan Tembak Drone
Fachri Audhia Hafiez • 9 September 2026 13:41
Jakarta: TNI bersama militer Amerika Serikat mematangkan persiapan latihan penembakan sasaran udara berupa pesawat nirawak (drone). Kegiatan ini dalam rangkaian latihan bersama Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Martapura, Sumatra Selatan.
"Salah satu tahapan awal yang dilakukan yakni penyamaan pemahaman mengenai sistem persenjataan pertahanan udara yang akan digunakan dalam pelaksanaan latihan," demikian keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.
Latihan yang digelar di lapangan tembak Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD tersebut melibatkan personel Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD bersama unsur pertahanan udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC). Dalam skenario penembakan, Batalyon Arhanud 10/Dam Jaya direncanakan mengoperasikan rudal Mistral, sementara unsur US Army akan mengandalkan rudal Stinger.
Selain menyelaraskan prosedur pengoperasian sistem persenjataan dan berbagi pengalaman operasional, personel kedua negara mematangkan koordinasi teknis penggunaan target drone yang diterbangkan sebagai sasaran tembak. Langkah ini penting untuk menjamin latihan berjalan aman, efektif, sekaligus memperkuat interoperabilitas unsur pertahanan udara kedua pihak.
.jpeg)
Ilustrasi TNI. Foto: Dok. Medcom.id.
Secara keseluruhan, gelaran SGS 2026 melibatkan 4.743 personel dari 21 negara dengan menyajikan 12 materi latihan. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian latihan terbesar ini berlangsung pada 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Latihan digelar di berbagai kawasan, meliputi Bandung, Jakarta, Lampung, Sumatra Selatan, hingga Nunukan, Kalimantan Utara. Kegiatan tersebut bakal ditutup secara resmi di Jakarta.