Sasar Markas Pasukan Khusus AS di Suriah, IRGC Lakukan Serangan Balasan

Rudal yang diluncurkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC). Foto: Press TV

Sasar Markas Pasukan Khusus AS di Suriah, IRGC Lakukan Serangan Balasan

Fajar Nugraha • 20 July 2026 11:43

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Senin, 20 Juli, bahwa telah meluncurkan serangan balasan mendadak ke pusat komando operasi khusus Amerika Serikat (AS) di wilayah Al-Tanf, Suriah. Langkah ini diklaim sebagai bentuk peringatan keras terhadap pihak Washington.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin pagi, IRGC mengatakan bahwa masyarakat Iran kembali menunjukkan tekad mereka dalam menghadapi tindakan agresi yang melibatkan AS di kawasan tersebut.

"Jajaran militer dari Angkatan Dirgantara IRGC melancarkan gelombang ke-11 dari Operasi Nasr 2. Operasi militer ini mengusung slogan Ya Aba Abdillah al-Husayn dan didedikasikan secara khusus bagi para prajurit yang gugur dalam insiden di Bampour, Iranshahr," pernyataan IRGC, seperti dikutip Press TV, Senin 20 Juli 2026.

Pihak IRGC mengklaim bahwa serangan mendadak itu berhasil menghancurkan satu sistem radar utama serta beberapa helikopter operasi khusus yang ditempatkan di pusat komando AS di kawasan Tanf, Suriah. IRGC juga menyatakan bahwa operasi ini merupakan tindakan balasan langsung atas tewasnya sejumlah tentara Iran pada malam sebelumnya di Iranshahr, serta mengklaim bahwa serangan tersebut menimbulkan korban jiwa di pihak pasukan AS.

Pihak angkatan bersenjata Iran menegaskan bahwa mereka terus meningkatkan kapabilitas dan kesiapsiagaan tempur untuk mempertahankan kedaulatan negara, serta membalas setiap bentuk tindakan yang dianggap sebagai agresi atau aksi terorisme dari AS dan sekutunya.

IRGC menekankan bahwa serangan semacam ini merupakan bentuk respons yang sah atas rentetan tindakan provokasi dan kebijakan militer AS yang dinilai merugikan stabilitas kawasan serta mendukung elemen-elemen yang berseberangan dengan Teheran.

Lebih lanjut, buletin resmi IRGC menggarisbawahi kendali ketat atas jalur maritim Selat Hormuz. Pihaknya menegaskan bahwa kontrol penuh atas jalur perairan strategis tersebut tetap berada di bawah kendali penuh para personel tempur IRGC.

Pihak militer Iran memperingatkan bahwa selama AS terus melakukan aksi penyerangan dan tindakan bermusuhan, tidak akan ada satu tetes pun minyak atau gas yang diizinkan untuk diekspor dari kawasan tersebut melalui jalur vital Selat Hormuz. Pengumuman dari IRGC ini mencuat di tengah peningkatan eskalasi geopolitik yang dipicu oleh keterlibatan dan dukungan AS terhadap pihak anti-Iran.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan dari Teheran bahwa kekuatan revolusioner tidak akan membiarkan serangan terhadap personel maupun kedaulatan negara mereka tanpa adanya balasan yang terukur.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)