Perempuan Pelaku UMKM Makin Mandiri Melalui Program Pemberdayaan

Ilustrasi pelaku UMKM. Foto: Pexels.com/Firman Marek Brew.

Perempuan Pelaku UMKM Makin Mandiri Melalui Program Pemberdayaan

Fachri Audhia Hafiez • 21 July 2026 18:53

Purwokerto: Program pemberdayaan masyarakat menyasar 250 perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Purwokerto, Jawa Tengah. Program ini untuk mendorong terciptanya bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.

"Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas, menjaga kesehatannya, dan memperluas wawasan, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan usaha. Dampaknya bukan hanya pada perkembangan UMKM, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga yang mereka bangun setiap hari," ujar Ketua Yayasan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, Selasa, 21 Juli 2026.
 


Acara ini digelar Yayasan Amal Bunda berkolaborasi dengan Ethos Kreatif Indonesia. Program ini bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengambil tajuk "Etawalin Dukung Perempuan Kuat di Setiap Peran".

Anita menegaskan pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara komprehensif. Melalui program ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan pengembangan usaha, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis, paket sembako, hingga bantuan uang tunai sebagai sokongan bagi penopang ekonomi keluarga.


Yayasan Amal Bunda berkolaborasi dengan Ethos Kreatif Indonesia. Foto: Dok. Istimewa.

Dukungan serupa disampaikan Brand Ambassador Etawalin, Maia Estianty. Ia mengajak para perempuan pelaku usaha untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri dan terus belajar.

"Perempuan memiliki kekuatan luar biasa untuk terus bertumbuh. Saya berharap program ini dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak perempuan yang percaya diri, mandiri, dan mampu membawa usahanya berkembang lebih jauh," tutur Maia.

Sementara itu, Chairman Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno memandang perempuan pelaku UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung gerakan pemberdayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan kemandirian ekonomi daerah.

(Fachri Audhia Hafiez)