Qatar mengecam serangan Iran sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional. (Anadolu Agency)
Qatar Kecam Serangan Iran, Singgung Pelanggaran Kedaulatan dan Hukum Internasional
Willy Haryono • 12 July 2026 18:24
Doha: Pemerintah Qatar mengecam serangan Iran yang menyasar wilayahnya dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya yang berpotensi menggagalkan berbagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di kawasan.
"Kelanjutan serangan-serangan ini merupakan eskalasi berbahaya yang akan mempersulit upaya pengendalian ketegangan serta melemahkan berbagai inisiatif politik dan diplomatik untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas kawasan," ujar pernyataan Kemenlu Qatar, seperti dikutip media Anadolu Agency, Minggu, 12 Juli 2026.
Otoritas Qatar menyatakan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang anak-anak, mengalami luka-luka setelah sistem pertahanan udara negara itu mencegat serangan rudal dan drone Iran pada Minggu dini hari.
Doha menegaskan Teheran bertanggung jawab penuh secara hukum atas serangan tersebut beserta seluruh konsekuensi yang ditimbulkannya.
Pemerintah Qatar juga menyatakan memiliki hak penuh untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu guna melindungi kedaulatan, keamanan, integritas wilayah, serta keselamatan warga negaranya.
Selain itu, Qatar menyerukan penghentian segera seluruh aksi militer yang mengancam keamanan kawasan serta mendesak semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut.
Doha juga kembali mendorong penyelesaian krisis melalui jalur dialog dan negosiasi.
Sebelumnya, Iran menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan Teluk, termasuk di Qatar, sebagai respons atas serangan Washington terhadap berbagai target militer Iran.
Serangan tersebut terjadi setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menghantam sekitar 140 target di Iran dalam operasi militer terbaru.
Menurut Washington, operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara Teluk lainnya.
Baca juga: UEA Cegat Rudal dan Drone Iran, Qatar serta Bahrain Tingkatkan Status Siaga