Bandara Internasional Sanaa di Yaman. (Anadolu Agency)
PBB Peringatkan Risiko Eskalasi di Yaman usai Bandara Internasional Sanaa Diserang
Willy Haryono • 14 July 2026 11:29
New York: Seorang pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Yaman menghadapi risiko serius terjadinya kembali konflik berskala besar, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa.
Peringatan tersebut disampaikan dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat pada Senin, 13 Juli 2026.
Dilansir dari media Anadolu Agency, Selasa, 14 Juli 2026, sidang digelar setelah Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan pasukannya menyerang landasan pacu Bandara Internasional Sanaa setelah kelompok Houthi dituduh menghalangi penerbangan Yaman untuk mendarat dan mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di wilayah tersebut.
Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Asia, dan Pasifik, Khaled Khiari, mengatakan perkembangan terbaru di Yaman menunjukkan tidak adanya alternatif selain proses politik yang dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Yaman sendiri.
"Perkembangan terbaru di Yaman merupakan pengingat yang jelas bahwa tidak ada alternatif selain proses politik yang inklusif dan dipimpin oleh rakyat Yaman," kata Khiari di hadapan Dewan Keamanan.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian politik yang dinegosiasikan melalui dialog di bawah naungan PBB merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
PBB Aktif Berkomunikasi
Khiari juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap risiko meluasnya eskalasi konflik. "Yaman dan kawasan yang lebih luas tidak mampu menghadapi siklus eskalasi baru," ujarnya.Ia menyerukan seluruh pihak untuk terlibat secara konstruktif dalam negosiasi yang dimediasi PBB guna mendorong deeskalasi dan memastikan akses penerbangan sipil yang aman, stabil, dan berkelanjutan.
Menurutnya, utusan khusus PBB untuk Yaman saat ini tengah aktif berkomunikasi dengan seluruh pihak yang bertikai, termasuk perwakilan militer dari berbagai kubu, untuk mendorong penurunan ketegangan.
Khiari menegaskan bahwa langkah-langkah sepihak tidak akan membawa Yaman lebih dekat kepada perdamaian. Sebaliknya, tindakan semacam itu berisiko memperdalam perpecahan, mempercepat fragmentasi, dan meningkatkan kemungkinan konfrontasi militer baru.
Dalam kesempatan yang sama, Khiari juga menyoroti nasib puluhan staf PBB yang masih ditahan oleh kelompok Houthi.
Ia mengatakan sebanyak 73 pegawai PBB dan personel organisasi internasional lainnya masih berada dalam penahanan sewenang-wenang dan mendesak pembebasan mereka secara segera, aman, dan tanpa syarat.
Kombinasi Krisis di Yaman
Sementara itu, Pelaksana Tugas Asisten Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Wakil Koordinator Bantuan Darurat di Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Indrika Ratwatte, memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Yaman semakin memburuk pada saat kemampuan komunitas internasional untuk merespons justru semakin menurun.Ia mengatakan jutaan keluarga di seluruh Yaman kini menghadapi kombinasi krisis berupa kelaparan, kemerosotan ekonomi, pengungsian, wabah penyakit, serta runtuhnya layanan dasar.
Menurut Ratwatte, lebih dari 18 juta warga Yaman saat ini mengalami kelaparan, dengan sebagian besar berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Ia menambahkan bahwa krisis di Yaman tidak dapat dipisahkan dari perkembangan geopolitik di kawasan yang lebih luas, karena ketegangan regional telah memicu kenaikan harga bahan bakar dan pangan yang paling berat dirasakan oleh kelompok masyarakat miskin.
Ratwatte juga menyoroti dampak penutupan Bandara Internasional Sanaa yang membuat masyarakat harus menempuh perjalanan panjang dan berisiko menuju Aden untuk mengakses penerbangan internasional.
"Rakyat Yaman telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, tetapi mereka pantas mendapatkan lebih dari kita semua," ujarnya.
Kelompok Houthi dan pemerintah Yaman telah terlibat konflik sejak 2014, yang kemudian berkembang menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Pasukan Yaman Serang Bandara Sanaa yang Dikuasai Houthi demi Cegah Pesawat Iran