Petugas sedang melakukan penataan kabel udara di Kota Bandung, Jawa Barat. (Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)
Penataan Kabel Udara di Kota Bandung Ditargetkan Rampung Akhir 2026
Roni Kurniawan • 15 July 2026 15:56
Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penataan kabel utilitas udara. Targetnya, seluruh kabel di 85 ruas jalan selesai diturunkan ke bawah tanah sebelum akhir tahun 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut penurunan kabel udara sebagai program strategis Pemkot Bandung. Program ini telah memiliki dasar hukum dan skema kerja sama yang jelas sejak beberapa tahun lalu.
"Target kami pada Desember 2026 seluruh 85 ruas jalan sudah turun kabelnya. Ini merupakan bagian dari penataan kota agar lebih indah, aman, dan tertib," ujar Farhan di Bandung, Rabu, 15 Juli 2026.
Pemkot Bandung menjalankan penugasan yang telah diatur melalui Peraturan Wali Kota sejak 2018. Program ini melibatkan PT Bandung Infra Investama (BII) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bekerja sama dengan pihak swasta.
Pihaknya tidak ikut campur dalam proses negosiasi tarif antara operator telekomunikasi dengan PT BII karena merupakan bagian dari mekanisme bisnis.
Farhan mengakui pada awal pelaksanaan proyek sempat ditemukan kualitas pekerjaan sipil yang kurang baik. Namun setelah dilakukan evaluasi, kualitas pengerjaan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
"Kita pernah melakukan evaluasi keras terhadap pekerjaan sipilnya. Sekarang hasilnya jauh lebih baik. Memang masih ada yang perlu diperbaiki, tetapi secara umum kualitasnya meningkat," kata Farhan.
Farhan menambahkan, penurunan kabel udara tidak hanya bertujuan memperindah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mengurangi risiko kabel semrawut, serta mendukung infrastruktur kota modern.
Farhan mengatakan program penurunan kabel udara dilakukan secara terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Perkembangan pengerjaan akan disampaikan rutin kepada masyarakat melalui media agar warga mengetahui lokasi dan jadwal pelaksanaan.
"Pastikan setiap minggu teman-teman media mendapatkan informasi perkembangan pekerjaan. Biar masyarakat tahu di mana ada penggalian, di mana ada penurunan kabel, sehingga semuanya mendapatkan informasi yang jelas," beber Farhan.
Farhan juga meminta seluruh kegiatan penggalian selalu dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta dilengkapi standar keselamatan kerja di lapangan.
"Pastikan setiap ada penggalian dipasang barrier atau pembatas pengaman. Jangan sampai ada kabel yang menjuntai atau berserakan sehingga membahayakan masyarakat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas," tegas Farhan.
Farhan mengungkapkan, perhatian terhadap proyek utilitas bawah tanah berangkat dari pengalaman awal dirinya menjabat sebagai Wali Kota Bandung.
"Saya ingat betul, hari pertama setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada, ada perintah dari Kapolda agar seluruh galian IPT dihentikan karena kemacetannya luar biasa. Saat itu belum ada yang mengoordinasikan. Sekarang setiap pekerjaan wajib dikoordinasikan," ungkap Farhan.

Penertiban kabel udara di Jalan Buahbatu, Bandung, Jawa Barat. (Dok Diskominfo Kota Bandung)
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie terus mengawal pelaksanaan program bersama PT Bandung Infra Investama (BII) melalui pengendalian rutin setiap pekan. Ia mengaku, intensitas pekerjaan pada Juli 2026 ditingkatkan menjadi enam titik setiap pekan, dari sebelumnya tiga titik.
"Target bulan ini ada 27 ruas jalan. Hingga saat ini kami sudah menyelesaikan pekerjaan di 15 ruas jalan, dan optimistis seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal," ungkap Henryco.
Pengerjaan saat ini meliputi sejumlah ruas jalan seperti Gatot Subroto Utara, Gatot Subroto Selatan, Jalan Jawa, Bangka, Lombok, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Pasukan Candra Buana, Aceh, serta ruas jalan lainnya.
Menurut Henryco, seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengamanan lalu lintas, koordinasi bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, dan operator telekomunikasi sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.